Jerman Tumbangkan AS, Portugal dan Belgia Panaskan Mesin Jelang Piala Dunia 2026
Penyerang Jerman, Kai Havertz, merayakan gol pembuka yang dicetaknya ke gawang Amerika Serikat dalam laga uji coba internasional di Soldier Field, Chicago, Illinois, 6 Juni 2026. /AFP
VISI.NEWS | CHICAGO – Sepekan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, sejumlah tim nasional unggulan menunjukkan kesiapan mereka melalui laga uji coba internasional. Jerman sukses menundukkan tuan rumah Piala Dunia, Amerika Serikat, dengan skor 2-1 di Chicago, sementara Portugal dan Belgia juga meraih kemenangan meyakinkan dalam pertandingan pemanasan terakhir mereka sebelum turnamen dimulai.
Hasil tersebut semakin menegaskan ambisi negara-negara Eropa untuk tampil kompetitif pada ajang sepak bola terbesar dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kemenangan atas Amerika Serikat menjadi catatan istimewa bagi Jerman. Tim berjuluk Der Panzer itu kini mencatatkan sembilan kemenangan beruntun sekaligus memperpanjang tren positif menjelang Piala Dunia. Performa tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jerman bertekad menghapus kenangan buruk setelah tersingkir secara mengejutkan pada fase grup Piala Dunia 2018 dan 2022.
Jerman langsung mengejutkan tuan rumah saat pertandingan baru berjalan dua menit. Berawal dari tendangan bebas Joshua Kimmich, Kai Havertz berhasil memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Amerika Serikat dan menyundul bola ke gawang untuk membawa Jerman unggul cepat 1-0.
Setelah tertinggal, Amerika Serikat mulai menemukan ritme permainan. Tim tuan rumah akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-37 melalui gol spektakuler Antonee Robinson. Bek kiri tersebut melepaskan tendangan voli keras setelah bola hasil sapuan Jonathan Tah jatuh tepat di jalurnya.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Jerman kembali mengambil alih kendali permainan. Leroy Sane, yang masuk menggantikan Lennart Karl yang cedera, menjadi pembeda. Pada menit ke-57, pemain Bayern Munich tersebut melepaskan tembakan akurat dari jarak 12 meter yang gagal dihentikan penjaga gawang Amerika Serikat.
Gol itu memastikan kemenangan 2-1 bagi Jerman sekaligus menjadi modal penting menjelang putaran final Piala Dunia.
Pelatih Jerman juga harus menerima kabar kurang menggembirakan setelah pemain muda berbakat Lennart Karl dipastikan absen dari Piala Dunia akibat cedera otot yang dialaminya saat sesi latihan sehari sebelumnya.
Sementara itu di Oeiras, Portugal berhasil mengalahkan Chile dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung panas dan diwarnai insiden keributan antarpemain.
Portugal unggul lebih dahulu melalui Goncalo Guedes sebelum Bruno Fernandes menggandakan keunggulan lewat tendangan jarak jauh yang indah dari luar kotak penalti. Chile hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Lucas Cepeda pada menit-menit akhir pertandingan.
Laga tersebut semakin menarik karena kedua tim harus bermain dengan 10 pemain setelah Rafael Leao dan Ivan Roman menerima kartu merah menyusul keributan yang terjadi menjelang akhir babak pertama.
Megabintang Cristiano Ronaldo kembali menjadi perhatian. Kapten Portugal itu tampil sebagai starter dan mencatatkan penampilan internasional ke-227, memperpanjang rekor dunia sebagai pemain dengan jumlah caps terbanyak di sepak bola internasional putra.
Meski demikian, Ronaldo termasuk salah satu dari enam pemain yang ditarik keluar saat jeda pertandingan sebagai bagian dari strategi rotasi pelatih menjelang turnamen utama.
Gelandang Portugal Bruno Fernandes mengaku puas dengan performa timnya.
“Kami tampil lebih baik sepanjang pertandingan dan mampu mengendalikan permainan dengan sangat baik, terutama ketika menguasai bola di area pertahanan lawan. Ini adalah aspek yang terus kami tingkatkan dari waktu ke waktu,” ujar Fernandes.
Di Brussels, Belgia juga menunjukkan ketajamannya dengan menghancurkan Tunisia 5-0. Tim asuhan Rudi Garcia tampil dominan sejak awal dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Tunisia harus bermain dengan 10 orang.
Lima gol Belgia dicetak oleh Leandro Trossard, Charles De Ketelaere, Kevin De Bruyne, Dodi Lukebakio, dan Nicolas Raskin.
Sorotan lainnya datang dari Romelu Lukaku yang kembali melanjutkan proses pemulihan cedera. Striker andalan Belgia itu tampil selama 25 menit sebagai pemain pengganti dan menyumbangkan satu assist. Penampilan tersebut menjadi laga internasional keduanya dalam setahun terakhir setelah sebelumnya mencetak gol saat menghadapi Kroasia.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menilai kemenangan besar tersebut menjadi bekal positif menjelang tampil di Piala Dunia.
“Kami ingin memberikan penampilan terbaik di depan pendukung sendiri. Ini merupakan persiapan yang sangat baik menuju Piala Dunia. Kami tahu tim ini memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal besar,” kata Garcia.
Ia juga menegaskan bahwa Belgia bukan hanya tim yang kuat dalam menyerang, tetapi juga memiliki organisasi pertahanan yang solid.
“Kami bukan sekadar tim menyerang. Kami adalah tim yang bertahan dengan 11 pemain juga,” tegasnya.
Dengan kemenangan yang diraih Jerman, Portugal, dan Belgia, persaingan menuju Piala Dunia 2026 semakin menarik untuk disimak. Ketiga tim menunjukkan kesiapan yang menjanjikan dan diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi para pesaing mereka saat turnamen resmi dimulai pekan depan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!