Duh! Kirmir Jebol, Jembatan Ambruk Hingga Rumah Longsor Tak ada Perhatian Pemerintah
VISI.NEWS | BANJARAN - Warga masyarakat Desa Margahurip Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung harus mengalami kesulitan akses jalan menuju kerumahnya, karena dua jembatan yang ambruk. Hal itu diakibatkan oleh meluapnya air anak sungai Cimenteng pada bulan September tahun 2022, hingga mengakibatkan tanggul penahan bibir sungai jebol.
Dampak kejadian itu, setidaknya beberapa bangunan rumah warga mengalami keretakan dan juga pergerakan tanah, termasuk ambruknya dua jembatan tersebut.
Tiara Fitri Milenia (23) yang merupakan salah satu warga Kampung Astaraja RT 07 RW 03 desa Margahurip, mengungkapkan bahwa rumahnya nyaris roboh karena tergerus aliran sungai air yang saat itu sangat besar.
" Setelah kirmir jebol, rumah juga pondasi bawahnya longsor, untung kita cepet dibantu warga nambalin tanah yang longsor tetapi sekarang kondisi rumah keretakannya makin besar, takutnya kalo hujan deras lagi, rumah bener-bener roboh," ujarnya kepada VISI.NEWS Sabtu (5/08/2023).
" Jadi sempat dibantu warga sekitar untuk membuat bronjong, pengganti kirmir yang jebol, namun karena pemasangan bukan oleh ahlinya, maka bronjong itu pun langsung tergerus air juga, tidak bertahan lama, malah aliran air sungai jadi meluas arahnya kemana-mana," imbuhnya.
Membuat Laporan kepada Pemerintah
Lebih lanjut, Tiara mengatakan bahwa, keluarganya telah melaporkan kejadian itu kepada pemerintahan desa setempat.
" Awalnya kami bingung juga harus melaporkan hal ini kemana, jadi otomatis yang terdekat ke pemdes margahurip, setelah itu mereka datang kesini survei dan akan menindaklanjuti ke pihak-pihak terkait salah satunya BPBD kabupaten bandung, " katanya.
" Kemudian dari BPBD juga datang survei kesini, dan katanya akan dilanjutin juga ke Dinas PUTR kabupaten bandung, dan saat itu juga datang dari DPUTR survei sampai mengukur jalan," tambahnya.
Namun hingga memakan waktu satu tahun, kata Tiara, hasil survei-survei dinas tersebut tidak ada realisasinya sama sekali.
" Hingga kini, mereka tidak ada yang pernah datang lagi, nah sekitar tiga bulan yang lalu tahun ini, saya mengirim email kepada BPBD Provinsi Jawabarat, cuman yang datang BPBD kabupaten lagi, dan masih sama tidak ada perkembangannya, " ujarnya.
Tak cukup sampai disitu, perjuangan Tiara mempertanyakan kembali kepada pemerintah desa Margahurip, apakah memang akan dibangun kembali jembatan, dan kirmir itu atau dibiarkan begitu saja.
" Iya saya menanyakan langsung ke Kadus dan Sekdesnya, ini mau benar dibangun atau tidak, jawabannya mereka bilang anggaran dari dinas adanya di bulan juni 2023, ada chat WA nya juga, ini udah banyak janji," bebernya.
Memasuki musim penghujan tahun 2023, Tiara sangat khawatir jika memang tidak ada perhatian untuk segera di bangun kembali kirmir dan jembatan tersebut, kondisi penduduk yang berdekatan dengan aliran sungai akan mengalami kondisi yang sama dengannya.
" Iya ini menyangkut banyak nyawa, kan padat penduduk juga ini disepanjang aliran sungai cimenteng, kita gak tau juga kalau terjadi hujan lebat kembali, kita lagi tidur naudzubillah tergerus semuanya," tuturnya.
Dirinya berharap agar ada tindak lanjut pemerintah yang benar-benar serius memperhatikan kondisi keadaan rakyatnya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!