Jemaah Haji Diminta Miliki Solidaritas dengan Sesama
“Serta ketiga adalah santunan dalam bertutur kata ( thayyib al-kalam ),” sambungnya.
Selain mengajak jemaah haji untuk pembinaan silat sosial, Arsad juga mengajak seluruh petugas untuk melayani jemaah haji sebagai mandat utamanya.
Bahkan ia mempersilakan para petugas untuk bisa melaksanakan salat di Masjidilharam. Namun, jika dalam perjalanan menemukan jemaah yang menemui masalah, utamanya mengutamakan pelayanan ke jemaah tersebut.
“Saya selalu menyampaikan kepada petugas haji, tugas utama anda adalah melayani. Kalau ada waktu melaksanakan salat di Masjidilharam, silakan. Tapi kalau di tengah jalan tiba-tiba ada jemaah tersasar antarkan dahulu jemaah tersebut ke hotelnya setelah itu baru salat,” ucapnya.
“Kalaupun tidak melaksanakan salat, pahala yang diterima oleh para petugas itu jauh lebih mulia dibandingkan memikirkan dirinya sendiri untuk melaksanakan ibadah haji,” tukasnya.
Ia juga meminta kepada Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag untuk mengatur komposisi kloter, mengingat jemaah haji tahun ini banyak diwarnai jemaah lansia.
“Kami nanti minta dari Kemenag komposisi kloternya diatur betul. Jangan nanti seluruh lansia bersatu semuanya, termasuk rombongannya. Jangan juga kelompok lansia berkursi roda disatukan dalam satu rombongan. Ini diatur agar jemaah lansia betul-betul bisa melaksanakan ibadah hajinya,” pinta Arsad.
Ia berharap, jemaah haji tahun ini dapat mempersiapkan diri dari sekarang dengan melatih fisiknya, latihan manasik hingga mempersiapkan keuangan hajinya seandainya nanti diumumkan pelunasan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!