Jejak Spiritualitas dalam Puisi Karya Kidalang Wawan Ajen
Dalam penggalanb/cuplikan beberapa bait judul puisi ini, Kidalang Wawan Ajen menggambarkan kekuatan jahat yang selalu berusaha untuk menjauhkan kita dari jalan Allah SWT. Permoni, sang ratu kejahatan, merupakan representasi dari kekuatan jahat yang ada dalam diri manusia.
Kedua puisi ini menekankan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan dalam menghadapi godaan-godaan syaitan. Puisi-puisi ini juga menggambarkan betapa pentingnya mengingat Allah SWT dan menjalani jalan spiritual yang benar untuk menghindari jeratan kejahatan.Dengan demikian, puisi-puisi karya Kidalang Wawan Ajen merupakan sebuah karya yang mendalam dan sarat akan makna spiritual, serta dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menjalani kehidupan spiritual. Untuk lebih lanjutnya dalam mendalami puisi puisi beliau, tunggu tanggal mainya..Yang insya Allah akan diliris bulan ini dalam bentuk Antologi puisi tunggalnya.
Sosok penulis, H. Wawan Gunawan, yang disapa Kidalang Wawan Ajen, merupakan seorang tokoh seniman budayawan yang telah melanglang buana dalam kancah seni dan budaya Indonesia. Lahir di Ciamis. Memulai Ki Dalang Wawan Ajen, memulai karir seniman dalang di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Bandung tahun 1989. Sebagai pencipta Wayang Ajen, aktif menulis naskah, sutradara pertunjukan Wayang Ajen, dan mendirikan Sanggar Wayang Ajen di Kota Bekasi tahun 2000. Pengalaman pentas di dalam dan luar negeri dengan berbagai prestasi. Membuka kelas pelatihan seni pedalangan bagi generasi muda di kota Bekasi, pandeglang, Subang, dan Bandung Barat. Selain itu , ia sebagai dosen di Pascasarjana NHI Stiabudi Bandung.
@RidwanChMadris
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!