"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

Jejak Spiritualitas dalam Puisi Karya Kidalang Wawan Ajen

ED
Senin, 17 November 2025 | 17:46 WIB
Bagikan
Jejak Spiritualitas dalam Puisi Karya Kidalang Wawan Ajen
VISI.NEWS / BANDUNG - Puisi religi sufi karya H. Wawan Gunawan, atau yang dikenal sebagai Kidalang Wawan Ajen, merupakan sebuah karya yang mendalam dan sarat akan makna spiritual. Sebagai seorang budayawan Indonesia yang dikenal luas karena kearifan dan kedalaman spiritualnya, terutama dalam mensyiarkan da’wah Islam melalui wayang golek, Kidalang Wawan Ajen memiliki kepekaan sastra yang luar biasa.

Dalam puisi-puisinya, Kidalang Wawan Ajen sering mengeksplorasi tema-tema spiritual dan filosofis, serta menggambarkan kehidupan manusia dalam perspektif yang lebih luas. Beliau juga sering menggunakan simbol-simbol dan metafora untuk mengungkapkan ide-ide dan perasaan yang mendalam.

Cuplikan beberapa bait dalam dua judul puisi yang akan kita simak adalah Suluk Agung Dewaruci dan Permoni: Ratu Kejahatan Dari Neraka. Kedua puisi ini merupakan sebuah refleksi spiritual yang mendalam, yang menggambarkan perjalanan spiritual Bima, seorang tokoh wayang, yang mencari kesucian jiwa dan menuju kepada Allah SWT.

Suluk Agung Dewaruci

Jalan terbentang menuju pulau ahirat, Empat serangkai tak boleh lepas, syariat, thoriqot, hakikat, dan Mak’rifat. Syariat rambu-rambu Alloh Menerangi jalan kehidupan,                                                                 Menuju keindahan dalam cahaya keberkahan. Thariqot kepatuhan, ketaatan dan kecintaan kepadaNya. Seperti perahu Mengarungi samudra cinta Mengarahkan hati, pada Illahi Rabbi. Hakikat sebuah kesejatian dalam pengabdian pada Alloh SWT. Menghilangkan ilusi, menuju kesucian yang hakiki Dan Makrifat, kesaksian cinta yang mutlak tak terbatas tehadap Allah Robil ’izzati.

……………………………………………….

Dalam  penggalan beberapa bait puisi ini, Kidalang Wawan Ajen menggambarkan perjalanan spiritual Bima yang mencari kesucian jiwa dan menuju kepada Allah SWT. Puisi ini sarat akan simbol-simbol sufi, seperti “Dewa Ruci” yang merupakan representasi dari kesucian dan kebenaran.

Permoni: Ratu Kejahatan Dari Neraka

Aku adalah bayang-bayang Yang tumbuh dari doa-doa yang gugur Aku Permoni, ratu luka dari alam yang dilupakan Bidadari Uma yang terkutuk, Wajahku serpihan kutukan berwujud Durga yang menjerit Bermata bara, berlidah sembilu, Kubasuh dunia dengan darah dan dusta………………………………………

Dalam penggalanb/cuplikan beberapa bait judul  puisi ini, Kidalang Wawan Ajen menggambarkan kekuatan jahat yang selalu berusaha untuk menjauhkan kita dari jalan Allah SWT. Permoni, sang ratu kejahatan, merupakan representasi dari kekuatan jahat yang ada dalam diri manusia.

Kedua puisi ini menekankan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan dalam menghadapi godaan-godaan syaitan. Puisi-puisi ini juga menggambarkan betapa pentingnya mengingat Allah SWT dan menjalani jalan spiritual yang benar untuk menghindari jeratan kejahatan.Dengan demikian, puisi-puisi karya Kidalang Wawan Ajen merupakan sebuah karya yang mendalam dan sarat akan makna spiritual, serta dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menjalani kehidupan spiritual. Untuk lebih lanjutnya dalam mendalami puisi puisi beliau, tunggu tanggal mainya..Yang insya Allah akan diliris bulan ini dalam bentuk Antologi puisi tunggalnya.

Sosok penulis, H. Wawan Gunawan, yang disapa Kidalang Wawan Ajen, merupakan seorang tokoh seniman budayawan yang telah melanglang buana dalam kancah seni dan budaya Indonesia. Lahir di Ciamis. Memulai Ki Dalang Wawan Ajen, memulai karir seniman dalang di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Bandung tahun 1989. Sebagai pencipta Wayang Ajen, aktif menulis naskah, sutradara pertunjukan Wayang Ajen, dan mendirikan Sanggar Wayang Ajen di Kota Bekasi tahun 2000. Pengalaman pentas di dalam dan luar negeri dengan berbagai prestasi. Membuka kelas pelatihan seni pedalangan bagi generasi muda di kota Bekasi, pandeglang, Subang, dan Bandung Barat. Selain itu , ia sebagai dosen di Pascasarjana NHI Stiabudi Bandung.

@RidwanChMadris

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.