Jejak Luka di Balik Libur Pesantren: Kematian NS (12) Buka Dugaan Kekerasan Berulang dalam Keluarga

ED
Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:09 WIB
Bagikan
Jejak Luka di Balik Libur Pesantren: Kematian NS (12) Buka Dugaan Kekerasan Berulang dalam Keluarga

Meski demikian, Carles menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat tindak penganiayaan atau sebab lain.

“Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” katanya.

Tim forensik juga memeriksa organ dalam korban. Jantung dan paru-paru disebut mengalami sedikit pembengkakan dan telah diambil sampelnya untuk uji laboratorium lanjutan.

“Jantung dan paru-paru kami periksa karena ada sedikit membengkak. Belum tahu apakah itu karena korban punya penyakit sebelumnya atau tidak,” tambahnya.

Ia juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban.

Dugaan kekerasan menguat setelah salah satu pembina pesantren yang dekat dengan korban, Isep Dadang Sukmana (62), mengungkapkan pengakuan NS sebelum meninggal.

“Dalam pengakuan (luka) itu sama mamanya. Langsung bapaknya juga marah di situ (rumah sakit). Saya tidak menuduh siapa-siapa tapi pengakuan anak sendiri seperti itu. Mungkin ke bapaknya nggak berani bilang karena anak ini dekat dengan saya jadi dia terbuka,” kata Isep.

Anwar juga mengungkap bahwa dugaan kekerasan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi. Sekitar satu tahun lalu, ia pernah melaporkan dugaan penganiayaan ke polisi, namun berakhir dengan mediasi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.