Jejak Luka di Balik Libur Pesantren: Kematian NS (12) Buka Dugaan Kekerasan Berulang dalam Keluarga
“Ditanya lah, ngaku dikasih minum air panas (oleh ibu tirinya). Makanya itu ada di dalam video saya sempat brutal,” kata Anwar.
NS sempat mendapat perawatan di RS Jampangkulon pada Kamis (19/2) sejak pagi hingga sore hari sebelum akhirnya dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Anwar mengaku tak ingin gegabah menuduh siapa pun. Ia mendorong dilakukan autopsi demi memastikan penyebab kematian anaknya.
“Makanya kenapa saya mendorong ingin mengadakan autopsi. Intinya saya tidak bisa menuduh, saya ingin tahu, ingin memastikan. Tidak mau menuduh sembarangan, nanti kena fitnah,” ujarnya.
Meski sempat ragu karena tak tega, ia akhirnya menyetujui proses autopsi demi kepastian hukum.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian, menjelaskan autopsi dilakukan setelah pihaknya menerima jenazah dari Polres Sukabumi.
“Kami dari RS Bhayangkara Tingkat II Kota Sukabumi menerima laporan dari Polres Sukabumi pada Kamis malam. Jenazah kami terima pada Jumat dini hari, dan hari ini dokter forensik melakukan autopsi,” kata Carles.
Dari pemeriksaan awal, tim forensik menemukan luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban, terutama di kaki kiri, punggung, serta area bibir dan hidung.
“Ditemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas,” ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!