Jauhkan Kefakiran dengan Rutin Membaca Surat Al- Waqiah

ED
Senin, 26 Februari 2024 | 02:37 WIB
Bagikan
Jauhkan Kefakiran dengan Rutin Membaca Surat Al- Waqiah

Artinya: "Diceritakan bahwa Utsman bin Affan, radhiyallahu 'anhu, mengunjungi Abdullah bin Mas'ud saat beliau sedang sakit. Utsman berkata, "Wahai Abdullah, seandainya engkau berwasiat kepada kami, karena jika engkau meninggal atau meninggalkan anak perempuan, kami akan memelihara mereka setelah kepergianmu."

Abdullah bin Mas'ud menjawab, "Aku telah mengajari mereka surat Al-Waqi'ah, dan aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang membacanya setiap malam, aku kira beliau berkata, 'akan terhindar dari kemiskinan'." , halaman 103].

Sekilas surat Al-Waqiyah Surat Al-Waqi‘ah merupakan salah satu surat yang turun sebelum Nabi saw berhijrah ke Madinah. Demikian pendapat mayoritas pakar ilmu Al-Qur’an.

Sementara ulama berpendapat bahwa ada beberapa ayat yang turun setelah Nabi saw berhijrah. Al-Qurthubi misalnya mengemukakan riwayat yang bersumber dari sahabat Nabi saw, Ibn Abbas, bahwa ayat 82 turun di Madinah.

Ada lagi riwayat yang menyatakan bahwa ayat tersebut dan satu ayat sebelumnya turun dalam perjalanan Nabi saw ke Makkah, sedang ayat 39-40 turun dalam perjalanan Nabi saw ke Madinah pada perang Tabuk. Namun riwayat-riwayat ini tidak mendapat dukungan pakar-pakar Al-Qur'an.

Namanya Al-Wagi'ah telah dikenal pada masa Nabi saw ketika Sayyidina Abu Bakar ra menyampaikan kepada Nabi saw bahwa beliau terlihat telah tua. Nabi saw berkomentar: “Aku dijadikan tua oleh surat Hud, al-Waqi'ah, al-Mursalat, Amma yatasa “alun dan Idza asy-Syamsu Kuwwirat.” (HR. at-Tirmidzi melalui Ibn “Abbas).

Profesor Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah, Jilid XIV, halaman 541 menjelaskan bahwa tema utama surat Al-Waqi'ah adalah uraian tentang hari kiamat serta penjelasan tentang apa yang akan terjadi di bumi, serta kenikmatan yang akan diperoleh orang-orang bertakwa dan apa yang akan dialami oleh para pendurhaka. , halaman 541]

Lebih lanjut, Profesor Quraish Shihab, dengan mengutip pendapat al-Biqa'i menjelaskan bahwa dalam surat tersebut terdapat penjelasan tentang tiga jenis kelompok: Pertama, orang-orang yang sangat dekat dengan Ar-Rahman dan berada di garis depan dalam ketaatan dibandingkan dengan yang lain. Kelompok kedua, adalah gambaran tentang orang-orang yang taat selain mereka, dan kelompok ketiga adalah mereka yang dengan jelas melakukan pelanggaran dan berpura-pura baik dari kalangan manusia maupun jin.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.