Jasa Marga Catat Kinerja Positif Kuartal I 2026
VISI.NEWS | JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan kinerja keuangan yang solid pada Kuartal I 2026 dengan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 5,1 triliun, tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini memperlihatkan ketahanan bisnis operator jalan tol tersebut di tengah dinamika ekonomi dan peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Secara rinci, pendapatan usaha Jasa Marga masih didominasi oleh segmen jalan tol yang menyumbang Rp 4,7 triliun, sementara pendapatan usaha lain tercatat sebesar Rp 397,6 miliar. Pertumbuhan pendapatan tol mencapai 9,4 persen, sedangkan pendapatan non tol tumbuh lebih tinggi sebesar 24,4 persen secara tahunan.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono menyampaikan bahwa peningkatan tersebut turut mendorong pertumbuhan EBITDA perusahaan yang mencapai Rp 3,4 triliun atau naik 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Margin EBITDA juga tetap terjaga di level 66,1 persen, yang menunjukkan efisiensi operasional masih berada dalam kondisi kuat.
“Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha, EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp3,4 triliun, meningkat 10,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan margin EBITDA yang terjaga di level 66,1 persen," terang Rivan dalam keterangan dikutip, Kamis (30/4/2026).
Dari sisi laba bersih, Jasa Marga mencatat Rp 774,7 miliar. Meski mengalami koreksi tipis secara tahunan akibat peningkatan biaya keuangan, terutama seiring beroperasinya Jalan Tol Jogja–Solo, perusahaan menilai kondisi tersebut masih dalam batas terkelola dan justru menjadi bagian dari strategi ekspansi jangka panjang.
Dalam konteks analisis bisnis infrastruktur, peningkatan biaya keuangan yang terjadi kerap menjadi konsekuensi dari ekspansi proyek jalan tol baru. Namun, proyek tersebut dinilai memiliki potensi kontribusi pendapatan jangka panjang yang signifikan, sehingga tekanan jangka pendek pada laba bersih tidak selalu mencerminkan pelemahan fundamental.
Rivan menegaskan bahwa capaian kinerja ini menunjukkan fundamental bisnis perusahaan tetap solid dan akuntabel. Hal tersebut juga tercermin dari stabilnya kinerja operasional serta konsistensi dalam pengendalian beban usaha di tengah ekspansi jaringan tol yang terus berjalan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!