Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026

7 Alasan Penting Kenapa Kamu Jangan Cuci Beras Sampai Airnya Bening

Desi Rossilawati
Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:43 WIB
Bagikan
7 Alasan Penting Kenapa Kamu Jangan Cuci Beras Sampai Airnya Bening

VISI.NEWS | BANDUNG - Jangan cuci beras sampai airnya bening karena kebiasaan ini justru dapat menghilangkan nutrisi penting, memengaruhi rasa dan tekstur nasi, serta tidak efektif membunuh kuman, menurut pakar gizi dan data riset terbaru.

Banyak orang di Indonesia meyakini bahwa mencuci beras sampai airnya bening berarti beras sudah bersih dari kotoran, pestisida, dan bakteri. Padahal, pakar gizi dan berbagai penelitian justru menyarankan agar Anda jangan cuci beras sampai airnya bening karena praktik ini tidak selalu baik bagi nutrisi, rasa, maupun tekstur nasi yang dihasilkan.

Kenapa Kamu Jangan Cuci Beras Sampai Airnya Bening

Para ahli gizi dan pakar kuliner menyebutkan bahwa mencuci beras dengan terlalu bersih hingga airnya sepenuhnya jernih memiliki sejumlah risiko dan kekurangan yang perlu dipahami oleh masyarakat yang memasak nasi setiap hari.

1. Nutrisi Penting Larut dan Hilang

Saat mencuci beras terlalu bersih sampai airnya jernih, sejumlah vitamin dan mineral penting seperti vitamin B kompleks, termasuk thiamin (vitamin B1), folat, dan niasin dapat larut ke dalam air cucian dan terbuang sia-sia.

Vitamin B1, misalnya, sangat penting untuk metabolisme energi dalam tubuh. Jika hilang saat dicuci, nasi yang dikonsumsi menjadi kurang bernutrisi. Hal ini menunjukkan bahwa Anda jangan cuci beras sampai airnya bening karena justru mengurangi nilai gizi makanan pokok ini.

2. Lapisan Dedak dan Germ yang Berguna Hilang

Beras yang diproses modern telah banyak kehilangan lapisan dedak atau germ yang kaya serat dan nutrisi. Namun, sedikit sisa dedak yang masih ada yang terbuang saat mencuci sampai airnya bening juga berarti kehilangan nutrisi yang seharusnya bisa dimanfaatkan.

Dengan kata lain, kebiasaan jangan cuci beras sampai airnya bening membantu menjaga lebih banyak nutrisi alami yang tersisa pada permukaan beras.

3. Rasa dan Aroma Khas Beras Berkurang

Lapisan pati alami pada beras memberikan aroma khas dan rasa gurih ketika dimasak. Jika pati ini ikut hilang bersama air cucian bening, nasi yang dimasak akan cenderung hambar dan kurang beraroma.

Oleh sebab itu, untuk mendapatkan nasi yang enak, cukup cuci beras secara perlahan tanpa harus menunggu airnya benar-benar bening.

4. Tekstur Nasi Tidak Optimal

Pati yang tersisa pada permukaan beras sebelum dimasak membantu tekstur nasi menjadi pulen dan lembut. Mencuci sampai air bening justru menghilangkan pati ini sehingga nasi bisa menjadi kurang pulen, terlalu pera, atau malah terlalu lengket.

Ini menunjukkan bahwa sisa pati sebenarnya bermanfaat saat memasak nasi. Teknik mencuci dengan air sedikit keruh yang masih mengandung pati justru bisa membantu mendapatkan tekstur yang lebih ideal.

5. Mitos Nasi Cepat Basi Tidak Terbukti

Banyak yang percaya bahwa nasi yang berasnya tidak dicuci sampai bersih akan cepat basi. Namun, faktanya, ketahanan nasi lebih dipengaruhi oleh cara penyimpanan nasi setelah dimasak, kondisi ruang, serta kebersihan wadah penyimpanan daripada seberapa bening air cucian beras.

6. Pemborosan Air dan Dampak Lingkungan

Mencuci beras sampai airnya bening memerlukan air yang cukup banyak. Jika dilakukan setiap hari dalam keluarga besar, hal tersebut bisa menjadi pemborosan air bersih.

Padahal, air cucian beras yang keruh mengandung nutrisi dan pati yang justru bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman atau kebutuhan lain di rumah.

7. Tidak Efektif Membunuh Kuman

Air biasa yang digunakan untuk mencuci beras tidak efektif untuk membunuh kuman ataupun bakteri. Suhu tinggi saat memasak nasi yang mencapai di atas 70°C jauh lebih efektif dalam mengatasi mikroorganisme buruk daripada sekadar mencuci beras sampai airnya jernih.

Tips Mencuci Beras yang Benar

Meskipun dianjurkan jangan cuci beras sampai airnya bening, bukan berarti beras tidak perlu dicuci sama sekali. Para ahli merekomendasikan:

- Cuci beras 12 kali hingga airnya terlihat lebih jernih, bukan sepenuhnya bening.

- Aduk beras perlahan saat mencuci, jangan remas terlalu kuat.

- Gunakan air bersih dan pastikan kebersihan tangan serta wadah.

Mitos vs Fakta: Apakah Harus Cuci Beras Sampai Benar-benar Jernih?

Beberapa sumber di luar negeri menyarankan mencuci beras sampai airnya jernih untuk tekstur nasi yang lebih terpisah dan ringan, terutama untuk jenis beras tertentu seperti basmati atau jasmine.

Namun dalam konteks nutrisi dan konsumsi sehari-hari, pakar gizi Indonesia justru mengingatkan bahwa mencuci terlalu bersih dapat mengurangi kualitas gizi nasi.

Mencuci beras sebaiknya tidak dilakukan sampai airnya bening karena dapat menghilangkan nutrisi penting, mempengaruhi rasa, aroma, serta tekstur nasi. Praktik yang lebih baik adalah mencuci beras secara perlahan 1–2 kali dengan air bersih tanpa menunggu airnya sepenuhnya jernih. @desi

Baca Juga:

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.