Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Jabar Penyumbang Suara Terbesar, Tak Satupun Putra Daerah yang Jadi Presiden

ED
Rabu, 11 Oktober 2023 | 21:30 WIB
Bagikan
Jabar Penyumbang Suara Terbesar, Tak Satupun Putra Daerah yang Jadi Presiden

VISI.NEWS | BANDUNG - Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu provinsi penyumbang suara terbesar skala nasional dalam setiap kontestasi pemilu. Bahkan dalam pemilu 2024 mendatang, sebanyak 17,4 persen suara politik berasal dari masyarakat Jawa Barat.

Fenomena tersebut, berbanding terbalik dengan keterwakilan tokoh- tokoh pejabat negara termasuk pemimpin negara yang berasal dari provinsi Jawa Barat.

Hal itu disampaikan pengamat politik yang juga guru besar komunikasi politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si., mengaku sangat heran dengan fenomena tersebut.

"Bicara masalah politik di Jawa Barat, ada sebuah misteri yang hingga saat ini belum terpecahkan, bahkan bisa disebut anomali. Dimana dengan jumlah penyumbang suara terbesar, berbanding terbalik dengan keterwakilan sosok putera daerah Jawa Barat dalam komposisi pemimpin serta pejabat negara", ujar Prof. Dr. H. Karim Suryadi, seusai melakukan dialog politik di kawasan jalan Asia Afrika Kota Bandung, baru-baru ini.

Ia mengatakan bahwa jika dilihat dari data kepemimpinan pejabat negara hingga 2014 lalu, sosok atau tokoh yang berasal dari Jawa Barat dapat di hitung dengan jari.

"Secara sejarah hingga tahun 2014, tingkat keterwakilan Jawa Barat dalam panggung politik nasional itu rendah. Pertama, kita sudah punya tujuh presiden, dari Jawa barat, nol. Kedua, kita sudah punya 10 wakil presiden, dari Jawa barat baru satu, Jendral Umar Wirahadikusumah. Dan itu pun kita yakin, bukan karena kesundaannya, bukan karena kejawabaratannya, tapi karena jalur militernya," tegas Prof Karim.

"Padahal teori mengatakan, ada istilah Capres Cawapres bermain di rumah sendiri akan mendapatkan dua keuntungan. Pertama, dia akan merepresentasikan apa kekhawatiran mayoritas rakyat yang akan diwakilinya, dan kedua, dia akan mendapatkan sesuatu yang harus diberikan kepada rakyatnya," imbuhnya.

Jadi intinya, kata Karim, secara teori, koalisi manapun membutuhkan dukungan suara masyarakat Jawa Barat. @gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.