Izinkan Pembakaran Al Quran Bahayakan Kelompok Agama Lain
VISI.NEWS | DENMARK - Izin Swedia dan Denmark bagi tokoh sayap kanan seperti politikus Denmark Rasmus Paludan untuk membakar Al Quran atas dasar kebebasan berekspresi tidak hanya memengaruhi umat Islam, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di antara kelompok agama lain, kata seorang aktivis HAM Swedia kepada Anadolu Agency (AA) pada hari Rabu (1/2) .
Helene Sejlert, seorang ilmuwan politik dan pembela hak asasi manusia, mengatakan bahwa tindakan anti-Islam Paludan menyebabkan lebih banyak masalah, menempatkan lebih banyak orang dalam bahaya.
"Tindakannya adalah rasisme, Islamofobia, dan anti-Semitisme. Jika hukum tidak bisa menghentikannya, jelas ada yang salah dengan hukum!" kata Sejlert.
Tindakannya merugikan banyak orang, katanya. "Kelompok besar (berbeda) sekarang takut hanya mengatakan bahwa mereka adalah Muslim atau Yahudi."
“Meningkatkan kebencian terhadap kelompok-kelompok ini tentu juga menjadi tujuan fanatik seperti Paludan,” imbuhnya.
Paludan yang berkewarganegaraan Denmark dan Swedia, pekan lalu membakar Al Quran dalam dua kesempatan terpisah, pertama di luar Kedutaan Besar Turki di Swedia dan kemudian di depan sebuah masjid di Denmark.
Membakar Quran 'gema mengerikan dari mentalitas Nazi'
"Pembakaran Al-Quran adalah gema yang mengerikan dari pembakaran buku Nazi, di mana 'yang lain' dijelek-jelekkan dan orang atau materi yang 'tidak murni' harus dimusnahkan," kata Sejlert. "Ini adalah retorika yang digunakan Paludan (dan ekstremis lainnya) saat menangani apa yang dilihatnya sebagai 'Masalah Muslim'."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!