IUCN–APRIL Jalin Kolaborasi 5 Tahun untuk Perkuat Konservasi Global

ED
Minggu, 12 Oktober 2025 | 07:56 WIB
Bagikan
IUCN–APRIL Jalin Kolaborasi 5 Tahun untuk Perkuat Konservasi Global

VISI.NEWS | SINGAPURAInternational Union for Conservation of Nature (IUCN) dan APRIL Group, anggota dari kelompok perusahaan RGE, hari ini mengumumkan kerja sama strategis selama lima tahun yang bertujuan memperkuat ilmu konservasi serta menerapkan solusi berbasis bukti ilmiah untuk meningkatkan hasil keanekaragaman hayati di Indonesia dan di seluruh dunia.

Kolaborasi ini memadukan keahlian ilmiah global milik IUCN dengan jangkauan operasional APRIL di Indonesia, untuk menghasilkan ilmu konservasi yang kokoh, memperluas penerapan alat konservasi di kawasan konservasi dan restorasi APRIL, serta membangun kapasitas yang mendukung tujuan keanekaragaman hayati nasional dan internasional.

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah perluasan Red List of Ecosystems (RLE) milik IUCN, yang merupakan salah satu indikator kesehatan ekosistem paling penting di dunia dalam kerangka Global Biodiversity Framework. Upaya ini akan berkontribusi pada Penilaian Global RLE Lahan Gambut, yang bertujuan menyediakan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk memandu konservasi ekosistem penting ini—sekaligus berperan sebagai penyerap karbon global yang signifikan.

Kolaborasi ini juga akan menjadi proyek percontohan pendekatan IUCN RHINO (Rapid, High-Integrity Nature-positive Outcomes) di dalam operasi APRIL, termasuk pada program konservasi dan restorasi hutan Restorasi Ekosistem Riau (RER) seluas 150.693 hektare yang berlokasi di Semenanjung Kampar, Sumatra.

Selain itu, kolaborasi ini akan menilai dan memberikan panduan strategis untuk lebih meningkatkan program konservasi dan restorasi keanekaragaman hayati APRIL, sekaligus menghasilkan pembelajaran praktis bagi sektor kehutanan dan tata guna lahan yang lebih luas mengenai cara mengukur, meningkatkan, dan membagikan kemajuan hasil konservasi keanekaragaman hayati.

“Dunia kehabisan waktu untuk membalikkan kehilangan keanekaragaman hayati, dan sains harus menjadi pedoman di setiap langkah yang kita ambil,” ujar Dr. Grethel Aguilar, Direktur Jenderal IUCN.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.