IUCN–APRIL Jalin Kolaborasi 5 Tahun untuk Perkuat Konservasi Global
“Kolaborasi dengan APRIL ini memungkinkan kami memperluas Red List of Ecosystems dan menguji pendekatan baru seperti IUCN RHINO dalam skenario nyata. Dengan menggabungkan ilmu pengetahuan IUCN dan jangkauan operasional APRIL di Indonesia, kami dapat mengubah data menjadi tindakan nyata dan menciptakan model berkelanjutan tentang bagaimana dunia usaha dan konservasi dapat bekerja bersama untuk mencapai target keanekaragaman hayati global.”
Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan unik bagi IUCN untuk memperkuat kerja sama dengan para anggotanya di Indonesia serta para pelaku konservasi nasional, guna mendorong aksi nyata berskala besar di lapangan. Sebagai bagian dari kolaborasi, IUCN akan memperdalam keterlibatan dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia, berkontribusi pada kemajuan upaya nasional dalam konservasi dan restorasi keanekaragaman hayati, dengan mengintegrasikan perspektif komunitas serta para ahli dalam negeri.
Anderson Tanoto, Managing Director RGE dan anggota Komite Eksekutif APRIL, menyatakan, “Bagi kami, konservasi berarti tindakan nyata. Dunia usaha saat ini dituntut untuk melampaui janji dan menghadirkan hasil yang kredibel, praktis, dan terukur di lapangan. Kolaborasi kami dengan IUCN memperkuat pendekatan ilmiah APRIL terhadap pengelolaan lanskap dan mempercepat pencapaian komitmen APRIL2030. Dengan menggabungkan ilmu global dan aksi lokal, kemitraan ini memperkuat program konservasi dan restorasi kami serta melibatkan jaringan ahli dan pemangku kepentingan yang lebih luas untuk mencapai hasil keanekaragaman hayati yang bermakna.”
Kerja sama antara IUCN dan APRIL ini mendukung implementasi Global Biodiversity Framework, sekaligus menunjukkan bagaimana keterlibatan sektor swasta dapat selaras dengan prioritas konservasi internasional.
Dengan mendorong ketahanan ekosistem, memperkuat keterlibatan masyarakat, serta memajukan ilmu keanekaragaman hayati, kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian target keanekaragaman hayati global.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!