Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Isu Dicovidkan di Tengah Pandemi

ED
Kamis, 25 November 2021 | 07:51 WIB
Bagikan
Isu Dicovidkan di Tengah Pandemi

VISI.NEWS | BALEENDAH - Eutik, warga Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, marah ketika jasad istrinya sudah dikemas dalam sebuah peti pada September 2021 lalu. Tubuh istrinya yang masih berpakaian lengkap dibalut ketat oleh plastik. Eutik yang tak terima jasad istrinya diperlakukan seperti itu, mengeluarkan tubuh tak bernyawa itu dari peti mati dan langsung membakar kayu wadah badan istrinya. Lingkungan sekitar rumah Eutik pun gempar.

Eutik marah karena saat istrinya dibawa ke rumah sakit beberapa hari sebelumnya, tidak ada indikasi atau hasil tes yang membuktikan istrinya terpapar Covid-19.

Walaupun Eutik mengakui, sang istri memang sudah mengidap penyakit yang mengharuskan istrinya mencuci darah seminggu dua kali.

Setelah dirawat, nyawa istrinya tidak dapat diselamatkan. Rumah sakit membawa pulang jenazah istrinya dengan protokol kesehatan Covid-19. Ia merasa istrinya “dicovidkan”, istilah yang banyak beredar di masyarakat selama pandemi, ketika seseorang disebut meninggal, yang kemungkinan penyebabnya karena terpapar Covid-19. Eutik yakin istrinya dicovidkan karena hasil rapid tes istrinya negatif Covid-19—walaupun hasil rapid tes bisa keliru bisa benar.

Nasib istri Eutik mirip dengan kejadian yang menimpa istri Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Ahmad Djohara, Neneng Hadiani. Neneng adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupten Bandung.

Neneng sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (READ) Jawa Barat Al-Ihsan selama tiga hari. Neneng sebelumnya mengeluh kena flu campur batuk serta sesak. Dengan keluhan seperti itu, membuat dia dirawat sebagai pasien Covid-19. “Di hari ke-3 dia dirawat, kondisinya sudah mendingan,” kata Ahmad Djohara kepada VISI.NEWS pada Sabtu (14/8/21). “Bahkan pada pukul dua siang dia minta dibelikan roti bakar.”

Pria yang biasa disapa Ajo itu bergegas membeli roti bakar pesanan istrinya. Sesampainya di rumah sakit, ia terkejut ketika diberitahu bahwa istrinya sudah meninggal dunia. Hari itu Kamis, 22 Juli 2021, yang tidak akan pernah dilupakan oleh Ajo.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.