Istidraj Vs Kecintaan
Oleh Gus Basir
KETIKA urusan duniamu lancar tapi ibadahmu berantakan, maka berhati hati lah, karena tersirat dalam syarah Al Hikam bahwa,
( ومن تيسرت له مطالبه الدنياويه وتعسرت عليه الاخراوية فهو من المستدرجين ) الذين يقربهم الله إلى نقمه بنعمه ، وياخذهم من حيث لا يدرون.
Barangsiapa yang merasa hidupnya lancar dalam urusan dunia, usahanya sukses, rezkinya berlimpah, akan tetapi menghadapi kesulitan dalam segala urusan akhirat. Seperti tidak salat, tidak menutup aurat, atau malas mengikuti majelis ta'lim, maka ia berada dalam kondisi Istidradj.
Istidraj itu Apa?
Istidraj, sebuah kata yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, kata tersebut sangat penting untuk kita pahami. Istidraj merupakan bentuk tipu daya dari Allah SWT yang diberikan kepada seseorang yang sering melakukan maksiat dan jarang beribadah, namun hidupnya terus dilimpahi kenikmatan. Istidraj dapat terjadi dalam berbagai bentuk kenikmatan, seperti harta, kekuasaan, dan kedudukan. Manusia seringkali terlena dengan kenikmatan tersebut dan lupa bahwa semuanya adalah titipan dari Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an Allah SWT mengingatkan :
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ، وَاُمْلِيْ لَهُمْۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ
Artinya: “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh,rencana-Ku sangat teguh” (QS. Al-‘Araf : 182-183).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!