Israel Masuk Board of Peace, Pakar Ingatkan Risiko Diplomatik bagi Indonesia
VISI.NEWS | JAKARTA – Bergabungnya Israel ke dalam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memunculkan kekhawatiran di dalam negeri. Sejumlah kalangan menilai langkah tersebut berpotensi menempatkan Indonesia dalam posisi diplomatik yang tidak mudah, terutama terkait komitmen terhadap kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai masuknya Israel ke BoP perlu dicermati secara kritis. Ia mempertanyakan arah kebijakan perdamaian yang diusung forum tersebut jika hanya Israel yang dilibatkan, sementara Palestina tidak menjadi bagian di dalamnya.
“PM Netanyahu tidak akan membiarkan Palestina merdeka di Gaza. Lalu bagaimana upaya Indonesia untuk meyakinkan Trump two states solution di BOP? Apalagi Trump lebih berpihak ke Israel daripada negara-negara Islam,” kata Hikmahanto kepada wartawan, Jumat (12/2/2026).
Menurutnya, situasi ini bisa menyulitkan posisi Indonesia yang selama ini konsisten mendorong solusi dua negara. Ia juga mempertanyakan mandat konkret pasukan Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) yang dikaitkan dengan misi stabilisasi di Gaza.
“Apakah pasukan kita yang tergabung dalam ISF bertugas untuk melucuti senjata Hamas? Mengingat Israel tidak mau dari Turki dan Qatar, kalau demikian pasukan kita berpotensi untuk terlibat konflik dengan Hamas yang pasti tidak akan disetujui oleh rakyat Indonesia,” jelasnya.
Hikmahanto menegaskan, Indonesia harus berhati-hati agar keikutsertaannya tidak dimanfaatkan untuk membenarkan kebijakan sepihak Israel.
“Jangan sampai keberadaan Indonesia di BOP dijadikan legitimasi untuk tindakan Israel yang justru akan memperluas wilayah yang dikendalikan sampai Gaza,” terangnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan secara resmi keikutsertaan negaranya dalam Dewan Perdamaian saat kunjungannya ke Washington pada Rabu (11/2) waktu setempat. Dalam lawatan tersebut, Netanyahu juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!