Israel Cegat Armada Global Sumud dan Tahan WNI
Angkatan laut Israel mencegat Armada Global Sumud yang sedang menuju Gaza di perairan internasional, Senin (18/5/2026)./visi.news/REUTERS.
VISI.NEWS | BANDUNG - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Angkatan Laut Israel mencegat armada misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang tengah berlayar menuju Gaza, Palestina. Dalam operasi tersebut, sejumlah aktivis dan jurnalis dari berbagai negara dilaporkan ditahan, termasuk sembilan warga negara Indonesia yang berada di dalam rombongan.
Pencegatan terjadi pada Senin waktu setempat di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Berdasarkan laporan media Israel The Jerusalem Post, operasi dilakukan oleh pasukan elite laut Shayetet 13 yang menaiki kapal kapal peserta armada kemanusiaan.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana saat para aktivis dipindahkan ke kapal militer Israel sebelum diarahkan menuju Pelabuhan Ashdod. Dalam video tersebut, para peserta misi sempat memperkenalkan diri dan menegaskan bahwa mereka merupakan rombongan sipil yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
"Kami membawa pasokan kemanusiaan," terdengar dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Global Peace Convoy dan selebriti Chiki Fauzi.
"Profesional kesehatan, bantuan kesehatan, dan partisipasi publik dari 41 negara," lanjut pernyataan dalam video itu.
Sebelum operasi dilakukan, Kementerian Luar Negeri Israel disebut telah meminta armada Global Sumud Flotilla membatalkan pelayaran dan berbalik arah. Namun konvoi tetap melanjutkan perjalanan menuju Gaza sehingga Israel melakukan intersepsi.
"Namun armada tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza sehingga militer mengambil tindakan intersepsi," tulis laporan media tersebut.
Pemerintah Israel menilai armada itu bukan sekadar misi kemanusiaan, melainkan memiliki unsur provokasi politik. Otoritas Israel juga menuding sebagian organisasi yang terlibat memiliki keterkaitan dengan Hamas, meski tuduhan tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari peserta misi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!