Iran Sendirian Hadapi Tekanan AS, Rusia dan China Pilih Menepi
Meski demikian, krisis ini juga memberi keuntungan tertentu bagi Rusia dan China. Harga minyak yang meningkat memperkuat ekonomi perang Rusia, sementara China dapat mengamati operasi militer Amerika Serikat dari kejauhan tanpa harus terlibat langsung.
Selain itu, kedua negara juga mulai memposisikan diri sebagai mediator diplomatik. Menteri Luar Negeri China Wang Yi dilaporkan telah berbicara dengan sejumlah menteri dari negara Eropa dan Arab untuk mendorong dialog, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan komunikasi serupa dengan para pemimpin Teluk dan pejabat Iran.
Bagi Moskow, mempertahankan fleksibilitas tampaknya menjadi strategi utama. Rusia tidak menginginkan runtuhnya pemerintahan Iran, tetapi juga tidak ingin menggantungkan nasibnya sepenuhnya pada Teheran.
Borshchevskaya menilai Moskow akan tetap menjaga hubungan dengan pihak mana pun yang berkuasa di Iran di masa depan.
“Rusia sedang melakukan lindung nilai. Mereka menjaga fleksibilitas, apa pun hasil konflik ini,” katanya. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!