Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Iran Kecam Draf Resolusi AS soal Selat Hormuz di DK PBB

Desi Rossilawati
Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB
Bagikan
Iran Kecam Draf Resolusi AS soal Selat Hormuz di DK PBB

Selat Hormuz./visi.news/asei.

VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Iran mengecam keras upaya Amerika Serikat mendorong draf resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait Selat Hormuz. Teheran menilai langkah Washington sebagai upaya memutarbalikkan fakta dan melindungi pihak yang disebut sebagai agresor.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum, Kazem Gharibabadi, menyebut Amerika Serikat bersama sejumlah sekutu regionalnya kembali mencoba mengubah sudut pandang atas persoalan yang terjadi di kawasan.

Menurut Gharibabadi, draf resolusi tersebut berusaha mengalihkan konsekuensi agresi militer dan pengepungan ilegal menjadi tuduhan terhadap Iran. Padahal, menurutnya, Iran justru menjadi pihak yang menghadapi ancaman, tekanan, dan serangan langsung.

"Kebebasan navigasi adalah prinsip hukum yang dihormati, tetapi tidak dapat ditafsirkan secara selektif, politis, dan terlepas dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Gharibabadi dalam pernyataan via media sosial X pada Senin (11/5/2026) malam.

Dalam konteks geopolitik, Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang kerap menjadi titik sensitif dalam hubungan Iran, Amerika Serikat, dan negara negara Teluk. Karena itu, setiap dorongan resolusi terkait keamanan maritim di kawasan tersebut berpotensi memperbesar ketegangan apabila tidak diterima sebagai langkah netral.

Gharibabadi menegaskan bahwa setiap inisiatif keamanan maritim tidak bisa mengabaikan penggunaan kekerasan, blokade laut, ancaman berkelanjutan, serta peran Amerika Serikat dan Israel dalam menciptakan krisis.

"Pendekatan seperti itu tidak berkontribusi pada de-eskalasi, keamanan maritim, maupun kredibilitas mekanisme multilateral," ucapnya memperingatkan.

Iran juga menilai teks resolusi yang tidak menyebut agresi, pengepungan, ancaman kekerasan, serta hak Iran mempertahankan keamanan nasionalnya akan bersifat bias dan politis.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.