Investor Saham Pindah ke Kripto hingga Potensi Pemulihan Harga Bitcoin
"Arus keluar yang berkelanjutan dari ETF Bitcoin dan tekanan jual yang dihadapi oleh BTC menyebabkan aksi jual di seluruh pasar kripto baru-baru ini, mengakibatkan harga Bitcoin turun ke posisi terendah tujuh bulan di bawah US$50.000," ungkapnya.
Secara teknikal, harga Bitcoin kini berpotensi melewati resistance di US$56.000 dan menuju level US$60.000. Namun, jika terjadi penolakan di level resistance ini, BTC bisa kembali turun ke kisaran US$54.000-US$55.000. "Investor harus tetap waspada di tengah tren arus keluar ETF BTC spot dan sentimen terhadap jalur suku bunga Bank of Japan dan Fed. BTC dapat melonjak hingga US$60.000 dalam beberapa hari mendatang. Para investor dan lembaga menyuntikkan dana besar-besaran ke pasar kripto untuk membeli saat harga sedang turun," analisis Fyqieh.
Sentimen Pasar dan Potensi Pembelian
Fyqieh mencatat bahwa penurunan tajam ini juga membuka peluang pembelian. Rainbow Chart Bitcoin, indikator teknikal yang populer, menunjukkan bahwa Bitcoin telah memasuki fase akumulasi, yang sering kali merupakan waktu yang tepat untuk membeli BTC sebelum potensi lonjakan harga.
Lebih lanjut, Fyqieh mengatakan bahwa sentimen pasar juga menunjukkan perubahan yang menarik. Pada hari Senin (5/8/2024) lalu, Indeks Fear and Greed Bitcoin berada di level 17, zona Extreme Fear, yang mencerminkan kekhawatiran pasar yang sangat tinggi.
Namun, indeks tersebut kini telah naik ke level 29 di zona Fear, menunjukkan pergeseran menuju pandangan yang lebih positif.
Fyqieh menilai bahwa pemulihan terbaru ini membawa Bitcoin kembali ke level US$56.000-US$57.000, menunjukkan kepercayaan investor yang mulai pulih. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin semakin dilihat sebagai aset safe haven yang dapat menarik lebih banyak institusi dan membantu menstabilkan pasar kripto. "Aliran modal ke pasar kripto meningkat, memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset lindung nilai yang kuat, dengan potensi mencapaiUS$80.000-US$90.000 (Rp1,2 miliar-Rp1,4 miliar) pada akhir tahun," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!