Investor Saham Pindah ke Kripto hingga Potensi Pemulihan Harga Bitcoin
Dengan langkah-langkah ini, pasar kripto di Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilar penting dalam dunia investasi, beriringan dengan pasar saham yang sudah mapan. Potensi untuk menciptakan sinergi antara kedua pasar ini membuka peluang baru bagi investor untuk meraih keuntungan yang lebih besar dan beragam dalam jangka panjang. Kedua sector ini, saham dan kripto diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan finansial masyarakat Indonesia.
2. Pergerakan Bitcoin Masih Terbatas, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam di bawah level US$50.000 setelah aksi jual dramatis pada Senin (5/8/2024) lalu, yang dipicu oleh berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. Sentimen risk-off yang disebabkan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi di AS, ditambah dengan data ekonomi yang lemah dan penurunan di pasar saham global, mengakibatkan aksi jual besar-besaran.
Meskipun ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS seharusnya memberikan dukungan, kenyataannya ini tidak cukup untuk menahan penurunan harga kripto. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi politik di AS menambah tekanan negatif.
Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, kombinasi dari sentimen global yang negatif, ketegangan geopolitik, serta dinamika internal pasar kripto menyebabkan penurunan signifikan pada harga Bitcoin dan Ethereum, mengakibatkan kapitalisasi pasar kripto anjlok hingga 15,80% ke level terendah dalam enam bulan sebesar US$1,694 triliun.
"Harga Bitcoin sempat naik dalam beberapa hari terakhir pasca penurunan, memperpanjang pemulihan dari level terendah lebih dari lima bulan karena pembeli murah mulai masuk dan sentimen sedikit membaik. Namun, pasar kripto juga berjuang dengan prospek penjualan massal oleh pemerintah AS, serta memudarnya minat pada pasar derivatif kripto," kata Fyqieh.
Dampak Arus Keluar dari ETF Bitcoin
Fyqieh menjelaskan bahwa kekhawatiran terhadap resesi AS dan potensi volatilitas tren Yen kemungkinan berdampak pada arus pasar spot BTC AS. ETF Bitcoin Spot mengalami arus negatif selama tiga hari, yang menyebabkan arus keluar bersih dari ETF Bitcoin spot sebesar lebih dari US$300 juta.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!