Instagram Batasi Akun Remaja Jadi Private, Bagaimana Jika Usia Dipalsukan?
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 12 Februari 2025 | 20:05 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Instagram resmi meluncurkan fitur Akun Remaja di Indonesia, yang secara otomatis mengubah akun pengguna di bawah usia 16 tahun menjadi private. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan keamanan dan privasi bagi pengguna muda di platform tersebut.
Namun, bagaimana jika seorang remaja memalsukan usianya agar tidak terkena batasan ini? Menanggapi hal tersebut, Head of Instagram Adam Mosseri mengungkapkan bahwa Meta dan Instagram memiliki sejumlah cara untuk mendeteksi jika seorang pengguna remaja memasukkan usia yang tidak sesuai. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan memeriksa perangkat yang terhubung ke akun tersebut.
"Jadi kami melihat setiap perangkat yang digunakan suatu akun, dan kalian tidak bisa, jika kalian memiliki akun remaja, membuat akun lain di ponsel yang sama dan tiba-tiba mengatakan kalian berusia 20 tahun, bukan 16 tahun," ujar Mosseri, Selasa (11/2/2025).
Meskipun begitu, Instagram tidak melarang remaja untuk memiliki lebih dari satu akun, misalnya satu akun untuk pertemanan dan akun lainnya untuk hobi. Yang terpenting, menurut Mosseri, adalah memastikan semua akun yang dimiliki pengguna di bawah umur tetap mendapat perlindungan yang sama.
Selain mendeteksi perangkat yang digunakan, Instagram juga bisa meminta pengguna remaja untuk mengunggah kartu identitas sebagai bagian dari verifikasi usia. Namun, metode ini akan bergantung pada regulasi di masing-masing negara.
Instagram juga mengadopsi teknologi pendeteksi wajah yang dikembangkan bersama pihak ketiga untuk membantu mengonfirmasi usia pengguna. Mosseri menegaskan bahwa Instagram tidak menyimpan data biometrik dari teknologi ini, sehingga tetap menjaga privasi pengguna.
Meski telah menerapkan berbagai metode, Mosseri mengakui bahwa sistem ini belum sepenuhnya efektif dalam mencegah pengguna memalsukan usia mereka.
"Kami melaksanakan tanggung jawab kami untuk melakukan semua yang kami bisa, namun kami juga percaya bahwa ada peran besar yang dapat dimainkan oleh Apple dan Google dengan melakukan verifikasi usia di level sistem operasi atau ponsel karena mereka mendistribusikan aplikasi, dan mereka dapat mengetahui usia pengguna mereka dan mereka dapat menampilkan data tersebut kepada kami dengan cara yang aman dan menjaga privasi," jelas Mosseri.
"Jadi kami berusaha melakukan semua yang kami mampu lakukan, tetapi beberapa pengguna akan luput dari perhatian. Itulahs ebabnya kami tetap mengadvokasi legislasi di level sistem operasi," imbuhnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!