Inovasi Program Rembug Bedas dan Bunga Desa di Kabupaten Bandung
Pada saat pelaksanaan Rembug Bedas dan Bunga Desa, berbagai perwakilan masyarakat seperti RT, RW, aparatur desa, LPM, BPD, Linmas, Kader PKK, Posyandu, Pos KB, guru ngaji, pemuda, Ormas, OKP, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya, menyampaikan aspirasi dan harapannya. Aspirasi tersebut meliputi peningkatan kualitas pembangunan jalan, penerangan jalan umum, fasilitas air bersih, penanganan sampah, serta pembangunan infrastruktur lainnya.
Contohnya, ketika masyarakat menginginkan peningkatan kualitas jalan di desa yang merupakan jalan kabupaten, Bupati Dadang Supriatna langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang untuk menganggarkan kebutuhan tersebut. Hal ini menunjukkan respon cepat pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
Solusi Nyata untuk Kebutuhan Air Bersih dan Pendidikan
Selain itu, aspirasi masyarakat tentang kebutuhan air bersih juga ditanggapi melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang memanfaatkan sumber air bawah tanah. SPAM ini dikelola oleh masyarakat untuk kesejahteraan mereka sendiri.
Ketika masyarakat Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, menginginkan pembangunan SMA baru, Bupati langsung merespon dengan cepat. Pada pelaksanaan Rembug Bedas di desa tersebut, Bupati dan masyarakat setempat merealisasikan pembangunan SMA di atas tanah carik desa dengan persetujuan aparatur desa dan masyarakat setempat.
Wujud Kabupaten Bandung BEDAS
Berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan Rembug Bedas dan Bunga Desa diikuti dengan solusi dan langkah nyata dari Bupati Dadang Supriatna. Ini merupakan bukti nyata komitmen Bupati dalam mewujudkan Kabupaten Bandung BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera). Inovasi dan terobosan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang responsif dan proaktif dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.
@engkos kosasih
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!