Ini Mukjizat Rasulullah di Bulan Syawal
Ada rahasia di balik perintah Nabi yang harus dilaksanakan sahabat, yaitu tidak menurunkan periuk berisi daging dan tidak memasak adonan roti sebelum Beliau datang. Bukan suatu kebetulan bahwa mukjizat itu terjadi di Bulan Syawal agar menjadi pengingat terhadap kesetiakawanan sosial.
Saat itu, sahabat Jabir dan istrinya tidak punya makanan dalam jumlah banyak, tetapi diajarkan oleh Rasulullah untuk memiliki kesetiakawanan sosial yang tinggi dan langsung didampingi serta dituntun caranya oleh beliau. Cara yang dilakukan pun tak lazim, yaitu dengan meludahi makanan yang sedang dimasak.
Maka inilah mukjizat yang hanya bisa dilakukan oleh nabi dan menjadi wasilah solusi umatnya. Saat ini, bulan Syawal identik dengan hari raya umat Islam yaitu Idul Fitri atau lebaran yang memungkinkan berlimpahnya makanan. Namun, bisa jadi ada keprihatinan yang sedang terjadi seperti kelaparan, banyaknya pengangguran, bertambahnya kemiskinan maupun penderitaan lain yang tidak terlihat dan membutuhkan kepekaan sosial yang tinggi.
Oleh karena itu, kegembiraan setelah lebaran tidak boleh melupakan seorang muslim bahwa pada saat yang sama bisa jadi ada saudara muslim lain yang kurang beruntung. Mukjizat ludah Nabi Muhammad yang dapat memperbanyak makanan mungkin tidak akan terulang kembali, tetapi spirit ajaran Beliau yang memuat kesetiakawanan sosial di Bulan Syawal sangat layak untuk dilestarikan hingga saat ini. Wallahu a’lam bis shawab.
@nia/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!