Ini Mukjizat Rasulullah di Bulan Syawal
Namun, di saat seolah tidak ada jalan keluar pada waktu itu, terjadilah mukjizat kenabian yang akan membuktikan kebenaran ajaran Islam melalui Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury menggambarkan penderitaan umat Islam dan nabinya saat itu sebagai berikut:
“Selama penggalian parit ini terjadi beberapa tanda kenabian yang berkaitan dengan rasa lapar yang mendera mereka. Jabir bin Abdullah melihat Beliau yang benar-benar tersiksa karena rasa lapar. Lalu dia menyembelih seekor hewan dan istrinya menanak satu sha’ tepung gandum. Setelah masak, Jabir membisiki Rasulullah secara pelan-pelan agar datang ke rumahnya bersama beberapa sahabat saja tapi Beliau justru mengajak semua orang yang sedang menggali parit yang jumlahnya ada seribu orang. Lalu mereka melahap makanan yang tak seberapa banyak itu hingga semua kenyang. Bahkan masih ada sisa dagingnya, begitu pula adonan tepung untuk rotinya.” (Syekh Shafiyurrahmman Al-Mubarakfuri, Ar-Rahiiqul Makhtum, Dar Ihyait Turats, 1976: halaman 278).
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari yang memuat tentang detail peristiwa itu, disebutkan bahwa satu-satunya hewan yang disembelih saat itu adalah anak kambing. Hal lain yang menarik adalah cara Nabi mendatangkan mukjizat yaitu dengan meludahi masakan yang dibuat oleh Sahabat Jabir dan istrinya.
Secara detail, kejadian tersebut terekam dalam hadits shahih dari Sahabat Jabir sebagai berikut: Tatkala penggalian parit pertahanan Khandaq sedang dilaksanakan, aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan lapar.
Karena itu aku kembali kepada istriku, menanyakan kepadanya, apakah engkau mempunyai makanan? Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang lapar. Maka dikeluarkannya sebuah karung, di dalamnya terdapat satu sha' (segantang) gandum.
Di samping itu kami mempunyai seekor anak kambing. Lalu aku sembelih kambing itu, sementara istriku membuat adonan tepung. Ketika aku selesai mengerjakan pekerjaanku, aku lalu memotong-motong kecil daging kambing tersebut dan aku masukkan ke dalam periuk.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!