Indonesian Humanity Summit, Peran Penting Dompet Dhuafa Tingkatkan Laju Ekonomi Masyarakat di Tengah Pandemi

ED
Kamis, 30 Desember 2021 | 16:02 WIB
Bagikan
Indonesian Humanity Summit, Peran Penting Dompet Dhuafa Tingkatkan Laju Ekonomi Masyarakat di Tengah Pandemi

VISI.NEWS | JAKARTA - Penghujung akhir tahun 2021, Dompet Dhuafa gelar Indonesian Humanity Summit yang berlangsung dari tanggal 23 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022. Dengan 10 (sepuluh) kelas eksklusif untuk membedah secara mendalam bagaimana strategi manajemen filantropi dari para pakar di bidangnya. I-HitS mencoba mengukuhkan tujuan dari program pemberdayaan yang semestinya lebih mengarah pada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat salah satunya melalui teknik assesment wilayah dan masyarakat dengan Logical Framework Approach (LFA) serta masih banyak lagi yang lainnya.

Bambang Suherman, selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa mengutarakan,“Kemiskinan itu dinamis, setiap saat berubah dan sangat berdinamika. Kemiskinan kemarin dapat ditanggulangi dengan kompetensi kemarin. Kemiskinan besok membutuhkan kompetensi masa depan. Sebagai organisasi pengelola ZISWAF (zakat, infak, sedekah dan wakaf), kekinian dan kepekaan dalam mengelola kepercayaan publik di masa pandemi menjadi kunci bagi organisasi agar terus memberikan manfaat yang jangka panjang”.

Berbagai strategi Dompet Dhuafa dengan perkembangannya secara buka-bukaan dipaparkan secara daring, dalam pembahasan bedah Strategi Manajemen Filantropi pada Kamis lalu (23/12), dengan pemapar Casdimin selaku GM Program dan Bisnis Karya Masyarakat Mandiri mengatakan, “Logframe Analysis (LFA) ini juga sebagai alat penilaian program. Kadang kita sulit menilai program karena tidak punya basis perencanaan. Audit itu tidak hanya audit keuangan, tetapi juga mencakup audit program. Bagaimana perencanaannya, apakah ada dan dilaksanakan SOPnya, evaluasinya seperti apa. Audit program sampai pada tingkat menilai proses program. Dana yang kita kelola ini dana umat, jangan sampai satu rupiah pun tidak bisa kita pertanggungjawabkan”.

“Dengan LFA ini, proses monev itu akan lebih fokus. Alat bantu yang cukup yang mudah untuk mengontrol adalah mengukur dengan KPI yang telah dibuat. Ini menjadi prinsip dalam program agar bisa dievaluasi. LFA ini sangat komprehensidf dalam penyusunan program,”tambah Casdimin.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.