Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Indonesia Terima Timeline Haji 2027 dari Arab Saudi

Desi Rossilawati
Senin, 8 Juni 2026 | 13:23 WIB
Bagikan
Indonesia Terima Timeline Haji 2027 dari Arab Saudi

Jemaah haji./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2027 setelah menerima dokumen timeline resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Dokumen tersebut memuat sejumlah tenggat waktu dan ketentuan baru yang akan menjadi dasar penyusunan langkah persiapan haji tahun depan.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengungkapkan bahwa dokumen tersebut diterima pada 13 Zulhijjah dan berisi berbagai aspek teknis yang harus dipenuhi oleh negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia.

"Kami juga sudah menerima timeline haji dari pemerintah Arab Saudi di mana kami sudah terima dokumennya pada tanggal 13 Zulhijjah kemarin," ujar Gus Irfan dalam konferensi pers Kedatangan Amirul Hajj di Bandara Soekarno Hatta dikutip, Senin (8/6/2026).

Penerimaan timeline sejak jauh hari menunjukkan semakin ketat dan terstruktur proses penyelenggaraan ibadah haji yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi. Berbagai tahapan kini dituntut selesai lebih cepat agar seluruh layanan dapat terintegrasi dengan sistem digital yang digunakan otoritas setempat.

Salah satu perhatian utama dalam dokumen tersebut adalah pemenuhan tenaga kesehatan. Pemerintah Arab Saudi menetapkan rasio 1,5 dokter untuk setiap 1.000 jemaah. Dengan asumsi jumlah jemaah Indonesia mencapai 200.000 orang, dibutuhkan sekitar 300 dokter dan hampir 400 perawat untuk memenuhi standar tersebut.

"Itu artinya kalau 200.000 itu berarti 300 dokter dan hampir 400 perawat, dan ini belum bisa kita penuhi. Karena itu tahun ini kita harus bekerja keras untuk memenuhi itu," kata Gus Irfan.

Selain tenaga kesehatan, dokumen tersebut juga mengatur penggunaan sistem digital yang lebih luas. Seluruh kontrak layanan diwajibkan melalui platform Nusuk dan sistem pembayaran akan semakin mengandalkan e wallet. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan haji.

"Semakin ke sini pemerintah Arab Saudi semakin memaksimalkan penggunaan aplikasi e Nusuk nya sehingga akan lebih memudahkan bagi semua jemaah," tutur Gus Irfan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.