Indonesia Siaga Hadapi Dampak Konflik Global
“Bersatu kita kuat, bersatu kita akan menghadapi semua kesulitan, kita akan keluar dari semua krisis,” ujar Prabowo.
Sementara itu, perkembangan geopolitik global memang mulai menimbulkan tekanan terhadap perekonomian dunia. Ketegangan di kawasan Timur Tengah mendorong lonjakan harga minyak internasional, yang kemudian memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi di banyak negara.
Dampak tersebut mulai terasa pada nilai tukar rupiah. Pada perdagangan Senin (9/3), mata uang Indonesia tercatat menembus level Rp17 ribu per dolar AS, sebuah angka yang mencerminkan tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.
Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak dunia berpotensi memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan pada impor energi dan potensi kenaikan subsidi dapat memperbesar beban fiskal pemerintah.
Bhima memperkirakan jika harga minyak global terus meningkat dalam waktu lama, defisit APBN bisa melebar secara signifikan. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi salah satu tekanan fiskal terbesar yang dihadapi pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
“Lonjakan harga minyak sebabkan 'armagedon' tekanan fiskal terburuk sejak pandemi covid-19,” kata Bhima.
Menurut Bhima, pemerintah perlu menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari penguatan ketahanan energi hingga pengelolaan fiskal yang lebih hati-hati. Ia menilai situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut kebijakan ekonomi yang adaptif agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, pernyataan Presiden Prabowo menjadi sinyal bahwa pemerintah menyadari potensi risiko global yang sedang berkembang. Dengan kesiapan dan persatuan nasional, pemerintah berharap Indonesia mampu menjaga stabilitas sekaligus menghadapi tekanan ekonomi yang mungkin muncul di masa mendatang. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!