Energi dan Infrastruktur Digital Menguat, IEE Series 2026 Hadirkan Tiga Sektor Strategis 3 Sep 2026 Indonesia–Macao Perkuat Kerja Sama, 80 Kesepakatan Dibidik 3 Sep 2026 Dari Kebun Buah ke Panggung Dunia: Belajar dari Thailand 3 Sep 2026 Bandung Dampingi 1.000 UMKM Urus Sertifikasi Halal 3 Sep 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Kamis 3 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026 Energi dan Infrastruktur Digital Menguat, IEE Series 2026 Hadirkan Tiga Sektor Strategis 3 Sep 2026 Indonesia–Macao Perkuat Kerja Sama, 80 Kesepakatan Dibidik 3 Sep 2026 Dari Kebun Buah ke Panggung Dunia: Belajar dari Thailand 3 Sep 2026 Bandung Dampingi 1.000 UMKM Urus Sertifikasi Halal 3 Sep 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Kamis 3 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 3 September 2026 3 Sep 2026

Indonesia–Macao Perkuat Kerja Sama, 80 Kesepakatan Dibidik

ED
PN
Kamis, 3 September 2026 | 05:27 WIB
Bagikan
Indonesia–Macao Perkuat Kerja Sama, 80 Kesepakatan Dibidik

VISI.NEWSPemerintah Macao Special Administrative Region (SAR) memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata dengan Indonesia melalui Macao Economic, Trade, and Tourism Investment Promotion Seminar yang digelar di Jakarta, 1 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperluas kerja sama lintas sektor antara pelaku usaha Macao dan Indonesia, sekaligus membuka peluang baru di sepanjang jalur 21st Century Maritime Silk Road.

Seminar dan resepsi yang diselenggarakan Pemerintah Macao SAR itu dihadiri lebih dari 350 tamu, termasuk Chief Executive Macao SAR Sam Hou Fai, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Susiwijono Moegiarso, serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong.

Turut hadir delegasi pemerintah dan pengusaha Macao, perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, serta sejumlah pelaku usaha dan tokoh dari berbagai sektor di Indonesia.

Salah satu agenda utama adalah business matching yang menghasilkan lebih dari 120 pertemuan bisnis dan melahirkan lebih dari 80 kesepakatan kerja sama. Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain pariwisata, teknologi tinggi, layanan kesehatan, serta sektor meeting, incentive, convention and exhibition (MICE).

Macao Jadi Penghubung Kerja Sama

Chief Executive Macao SAR Sam Hou Fai mengatakan implementasi Rencana Lima Tahun ke-15 China dan Rencana Lima Tahun ke-3 Macao SAR akan membuka peluang baru bagi peningkatan hubungan dengan Indonesia.

Menurut dia, Indonesia memiliki posisi penting dalam sejarah dan perkembangan 21st Century Maritime Silk Road. Macao dan Indonesia juga dipandang sebagai simpul penting dalam jalur tersebut.

"Indonesia adalah tempat lahirnya 21st Century Maritime Silk Road," kata Sam Hou Fai dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai hubungan kedua pihak memiliki fondasi yang kuat melalui Belt and Road Initiative serta mekanisme China-Indonesia Comprehensive Strategic Dialogue.

Dengan fondasi tersebut, Macao ingin memperluas perannya sebagai penghubung bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan antara China dan Indonesia.

Macao juga berupaya memanfaatkan posisinya sebagai salah satu jembatan bagi keterbukaan China kepada dunia internasional sekaligus sebagai “precise connector” yang dapat mempertemukan berbagai pelaku usaha, investor, institusi, dan pasar.

Kerja sama yang ingin didorong tidak hanya mencakup perdagangan dan investasi, tetapi juga MICE, pariwisata, serta pertukaran budaya.

Wisata Jadi Salah Satu Penggerak

Hubungan masyarakat kedua wilayah juga semakin erat melalui sektor pariwisata.

Pada semester pertama tahun ini, jumlah wisatawan internasional yang berkunjung ke Macao meningkat 6% secara tahunan. Sekitar 88.000 wisatawan Indonesia tercatat berkunjung ke Macao pada periode tersebut, menjadikan Indonesia salah satu pasar sumber wisatawan utama Macao di Asia Tenggara.

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi konektivitas masyarakat dan peluang pengembangan industri pariwisata kedua pihak.

Pemerintah Macao SAR menyatakan komitmennya untuk memperkuat pertukaran antarmasyarakat dan memperluas kerja sama praktis dengan Indonesia.

Sektor pariwisata dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama lainnya, termasuk ekonomi kreatif, kuliner, perhotelan, perdagangan produk lokal, serta industri MICE.

Indonesia Sambut Diversifikasi Ekonomi Macao

Deputy Minister for International Economic Cooperation Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Edi Prio Pambudi mengatakan Macao telah membangun reputasi internasional melalui stabilitas jangka panjang, keterbukaan ekonomi, serta konektivitas yang kuat.

Menurut dia, di bawah prinsip “One Country, Two Systems”, Macao berkembang menjadi salah satu hub yang mempertemukan berbagai latar belakang budaya, sekaligus menghimpun talenta, modal, dan kreativitas dari berbagai negara.

Indonesia, lanjutnya, menyambut dan mendukung upaya Macao melakukan diversifikasi ekonomi.

Penguatan diversifikasi tersebut dinilai dapat membuka ruang kerja sama baru yang lebih luas bagi dunia usaha Indonesia.

Hubungan ekonomi kedua pihak juga telah berkembang melalui investasi perusahaan Macao di sejumlah proyek Indonesia, termasuk sektor konstruksi dan transportasi.

Peluang Halal hingga Pengobatan Tradisional

Ke depan, kerja sama Indonesia dan Macao diperkirakan tidak hanya berfokus pada sektor investasi konvensional.

Edi menyebut sejumlah bidang yang memiliki prospek, antara lain produk halal, Traditional Chinese Medicine (TCM), serta konektivitas.

Indonesia sebagai salah satu pasar halal terbesar dunia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama dengan pelaku usaha Macao, khususnya dalam perdagangan produk makanan, kesehatan, dan gaya hidup halal.

Di sisi lain, pengembangan Traditional Chinese Medicine dapat membuka ruang kolaborasi di bidang kesehatan, penelitian, pendidikan, layanan kesehatan, hingga perdagangan produk terkait.

Sektor konektivitas juga menjadi elemen penting untuk memperkuat arus barang, jasa, modal, dan wisatawan antara Indonesia, Macao, dan China.

Kebijakan Bebas Visa Perkuat Mobilitas

Hubungan pariwisata dan masyarakat kedua pihak juga mendapat dukungan dari kebijakan perjalanan.

Indonesia telah menerapkan kebijakan bebas visa bagi pemegang paspor Macao SAR. Kebijakan tersebut diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat dan mendorong pertukaran wisatawan maupun pelaku usaha.

Macao sendiri mencatat lebih dari 200.000 kunjungan wisatawan Indonesia sepanjang tahun lalu, yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar wisata utama Macao di kawasan Asia Tenggara.

Peningkatan arus wisatawan tersebut berpotensi memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi dan akomodasi hingga restoran, ritel, hiburan, ekonomi kreatif, dan jasa.

Membuka Babak Baru Kerja Sama

Pertemuan bisnis di Jakarta menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Macao mulai diarahkan pada kerja sama yang lebih konkret dan berorientasi hasil.

Lebih dari 120 sesi business matching dan lebih dari 80 kesepakatan yang dihasilkan menjadi indikasi tingginya minat pelaku usaha untuk mencari peluang kolaborasi baru.

Ke depan, tantangannya adalah memastikan kesepakatan tersebut berkembang menjadi proyek, investasi, perdagangan, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak.

Bagi Indonesia, Macao dapat menjadi salah satu pintu untuk memperluas akses ke jaringan bisnis, wisatawan, modal, teknologi, dan pasar China. Sementara bagi Macao, Indonesia menawarkan pasar besar, basis ekonomi yang berkembang, serta posisi strategis di Asia Tenggara.

Dengan momentum Belt and Road Initiative dan penguatan hubungan Indonesia-China, kerja sama Indonesia–Macao berpeluang memasuki fase baru: dari sekadar pertukaran ekonomi dan pariwisata menuju kemitraan multidimensi yang menghubungkan perdagangan, investasi, teknologi, kesehatan, budaya, dan masyarakat.

Jakarta pun menjadi salah satu titik penting dalam upaya tersebut—mempertemukan dunia usaha Indonesia dan Macao untuk bersama-sama mencari peluang baru di sepanjang jalur perdagangan dan konektivitas Asia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.