Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Imam Besar Masjid Istiqlal Ungkap 3 Tingkatan Hamba Allah SWT

ED
Jumat, 23 Desember 2022 | 07:26 WIB
Bagikan
Imam Besar Masjid Istiqlal Ungkap 3 Tingkatan Hamba Allah SWT

VISI.NEWS | JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk melakukan Introspeksi dan evaluasi atas capaian spiritual di pengujung 2022.

Hal ini disampaikan Prof Nasar dalam tausiyahnya di acara Muhasabah dan Istighatsah Akhir Tahun yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Selasa (20/12/2022) malam.

“Izinkan saya mengajak untuk melakukan introspeksi, apa capaian atau prestasi-prestasi spiritual yang kita lakukan dan kita perlu evaluasi di penghujung tahun 2022 ini,” ujar Prof Nasar, dilansir laman resmi MUI pusat.

Prof Nasar melanjutkan, alangkah ruginya seorang hamba kalau prestasi spiritualnya hari ini sama dengan hari kemarin. Maka dari itu, menurutnya penting untuk melakukan evaluasi agar bisa mengukur target pada 2023 nanti.

“Dan hari ini kita datang berevaluasi, mudah-mudahan target-target 2023 kita nanti, insyaallah bisa diukur nanti,”harapnya.

Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta ini juga menjelaskan tentang kesadaran yang sifatnya bertingkat atau berlapis-lapis.

Dia menganalogikan beberapa lapis kesadaran itu dengan anak kecil yang tidak salat subuh yang berusaha bangun salat subuh namun cepat-cepat alias sebatas formalitas, dan yang salat subuh dengan menghayati bacaannya.

“Jadi kesadaran itu berlapis-lapis,” jelas pria asal Bone, Sulawesi Selatan, itu.

Lebih lanjut, Prof Nasar menyebutkan beberapa tingkatan kategori seorang hamba. Pertama, kategori ahli taat, yaitu orang yang melaksanakan seluruh ajaran Islam karena itu penting dan wajib sehingga tak jarang merasa terpaksa dan terbebani dengan salatnya atau ibadahnya itu.

Kedua, ahli ibadah, yaitu orang yang melakukan seluruh ajaran Islam karena cinta sehingga dia tidak akan merasa terbebani oleh ibadahnya, bahkan merasa sangat senang ketika beribadah.

Jadi, menurut Prof Nasar, yang membedakan ahlu taat dan ahlul ibadah adalah kualitas dan intensitasnya.

“Kalau ahli ibadah, aku salat karena mencintai salat, aku mencintai zikir, aku mencintai selawat. Seluruh ketaatan yang dilakukan dengan penuh rasa cinta itulah yang disebut dengan ahlul ibadah,” jelasnya.

Tanda seseorang sudah menjadi ahli ibadah, kata dia, kalau sudah susah membedakan mana sunnah mana wajib, keduanya dia kerjakan karena sama-sama dicintai Allah SWT.

Juga tidak lagi membedakan antara yang makruh dan haram, keduanya ditinggalkan karena sama-sama tidak disukai Allah SWT.

“Jadi kalau masih membedakan ini wajib dan ini haram berarti kita masih kategori ahlut taat,” tegasnya.

Ketiga, lanjut Prof Nasar, adalah ahlullah, inilah tingkatan yang paling tinggi. Jika ahlul ibadah sasarannya masih ingin surga dan takut neraka, ahlullah beribadah benar-benar tulus karena Allah SWT dan mengharap rida-Nya.

Oleh karena itu, Prof Nasaruddin mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas spiritualnya di tahun-tahun mendatang.

“Jadi ada ukuran-ukuran untuk mengukur apakah kita itu sudah ahli taat. Kalau tadinya gak shalat jadi shalat, Alhamdulillah, ahli taat. Kalau sudah 2023 nanti insya Allah akan menjadi ahli ibadah, 2024 nanti akan menjadi ahlullah,” kata Wakil Menteri Agama Republik Indonesia 2011-2014 ini. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.