Audi Luncurkan New Q5 SUV di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 1,725 Miliar 6 Aug 2026 Pendaftaran Festival Suara Nusantara Masih Dibuka, Saatnya Tampil Mendongeng 6 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Audi Luncurkan New Q5 SUV di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 1,725 Miliar 6 Aug 2026 Pendaftaran Festival Suara Nusantara Masih Dibuka, Saatnya Tampil Mendongeng 6 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026

Ikat rambut terlalu kencang bisa sebabkan kerusakan tepi rambut

ED
Jumat, 11 Oktober 2024 | 01:30 WIB
Bagikan
Ikat rambut terlalu kencang bisa sebabkan kerusakan tepi rambut

VISI.NEWS | BANDUNG - Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang dapat menyebabkan kerusakan pada garis tepi rambut.

Ditulis laman Well and Good, Rabu (9/10/2024), Carl Truesdale, MD, dokter bedah plastik wajah bersertifikat dan dokter bedah transplantasi rambut mengatakan kerontokan rambut yang disebabkan oleh tarikan atau ketegangan berulang pada kulit kepala yang disebut Alopecia traksi sangat umum terjadi karena meningkatnya popularitas kepang, ekstensi, wig, dan gaya rambut yang disanggul ke belakang seperti sanggul dan ekor kuda.

Dr. Truesdale mengatakan bahwa penyebab di balik alopecia traksi biasanya adalah peradangan kronis yang terjadi pada folikel rambut saat rambut ditarik terlalu kencang.

"Peradangan yang terus-menerus dapat menyebabkan penipisan, kerusakan, dan akhirnya, kebotakan pada area yang terkena," katanya.

Menurut ahli trikologi Sophia Emmanuel, Alopecia traksi dapat memengaruhi area kulit kepala mana pun yang ditarik dengan kencang, tetapi terutama memengaruhi garis rambut, ubun-ubun, dan tengkuk.

Seiring waktu, penggunaan gaya rambut bertegangan tinggi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerontokan rambut permanen karena kerusakan folikel rambut yang tidak dapat dipulihkan, kata Emmanuel.

Penggunaan ekstensi rambut yang tebal pada beberapa gaya rambut pelindung juga dapat menyebabkan tekanan fisik pada helai rambut dengan membebaninya dan akhirnya mencabutnya.

Emmanuel juga mengatakan bahwa ekstensi rambut jepit dapat menyebabkan alopecia traksi dengan menarik dan menekan kulit kepala secara berulang, yang jika dilakukan berulang kali dapat melemahkan folikel rambut seiring waktu.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.