Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

IHSG Terkoreksi 1,08 Persen Usai Cetak Rekor Baru

Desi Rossilawati
Senin, 12 Januari 2026 | 15:30 WIB
Bagikan
IHSG Terkoreksi 1,08 Persen Usai Cetak Rekor Baru

VISI.NEWS | BANDUNG - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam menjelang penutupan perdagangan Senin (12/1/2026), setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada sesi pertama perdagangan.

Mengutip berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat dibuka menguat di level 8.991,760 dan bahkan mencatatkan level tertinggi harian di 9.000,967, sekaligus menorehkan rekor ATH baru.

Namun, momentum penguatan tersebut tidak bertahan lama. Menjelang penutupan perdagangan, indeks berbalik melemah tajam. Pada pukul 14.39 WIB, IHSG berada di level 8.840,307, turun 96,447 poin atau 1,08 persen.

Meski demikian, secara intraday tekanan sempat membawa IHSG jatuh lebih dalam hingga menyentuh level terendah harian di 8.715,411 atau turun 250 poin dibandingkan saat pembukaan.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan koreksi IHSG pada perdagangan terutama dibebani oleh tekanan pada saham-saham sektor energi yang sempat terkoreksi sekitar 2 persen.

Tekanan tersebut diperkirakan dipicu oleh aksi ambil untung, menyusul penguatan signifikan yang sebelumnya terjadi pada sejumlah emiten energi. Meski demikian, tekanan jual tersebut tidak berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami mencermati koreksi dari IHSG ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2 persen, dimana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan,” ujar Herditya dikutip dalam keterangannya, Senin 12/1/2026).

Ia mencatat, seiring berjalannya perdagangan, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan bergerak rebound, walaupun hingga saat ini pergerakannya masih berada di teritori negatif.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.