IHSG Sesi I Menguat 0,46 Persen, SMGR Pimpin Penguatan
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi pertama, Selasa (7/7/2026). IHSG naik 0,46 persen atau 27 poin ke level 5.944, didorong penguatan mayoritas sektor dan sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Penguatan indeks ditopang oleh mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau. Sektor properti mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,64 persen, diikuti sektor saham siklikal yang menguat 1,45 persen, sektor kesehatan naik 1,02 persen, sektor industri bertambah 0,72 persen, sektor bahan baku menguat 0,71 persen, sektor keuangan naik 0,48 persen, sektor transportasi bertambah 0,31 persen, serta sektor barang konsumsi primer menguat 0,15 persen.
Sementara itu, tiga sektor masih berada di zona merah, yakni sektor energi dan infrastruktur yang masing-masing melemah 0,16 persen serta sektor teknologi yang terkoreksi 0,12 persen.
Dari kelompok saham penggerak utama indeks (leaders), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menjadi penyumbang penguatan terbesar setelah melonjak 5,69 persen ke level Rp1.485. Selanjutnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 4,31 persen ke level Rp1.570 dan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 1,51 persen ke posisi Rp4.010.
Di sisi lain, saham yang menjadi pemberat indeks (laggards) dipimpin PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang turun 1,30 persen ke level Rp2.270. Disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang melemah 1,29 persen ke Rp5.700 serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terkoreksi 1,07 persen ke level Rp1.380.
Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat bergerak fluktuatif. Indeks dibuka di level 5.933,574 dan sempat turun hingga menyentuh posisi terendah 5.890,441 sebelum berbalik menguat.
Seiring membaiknya sentimen pasar, IHSG mencapai posisi tertinggi di level 5.954,350 sebelum akhirnya ditutup pada kisaran 5.944.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 12,679 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp5,049 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 997.815 kali, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp10.430,339 triliun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!