IHSG Menguat Tajam, Investor Amati Respons BI Rate
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menunjukkan penguatan signifikan pada sesi kedua perdagangan saham, Selasa (9/6/2026). Kenaikan ini datang di tengah respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur Mingguan.
Mengutip data RTI, pada pukul 13.32 WIB, IHSG naik 3,67% ke posisi 5.538. Sementara indeks saham LQ45 melonjak 4,44% menjadi 550. Memasuki pukul 13.44 WIB, penguatan IHSG semakin tajam, mencapai 4,5% menjadi 5.586. Seluruh sektor saham berada di zona hijau, menandakan optimisme investor yang meluas di berbagai lini.
Pada penutupan sesi pertama, IHSG tercatat naik 4,8% ke level 5.599. Sesi kedua mencatatkan level tertinggi 5.627,57 dan terendah 5.318,14, dengan 586 saham menguat, 130 saham melemah, dan 96 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1,58 juta kali, dengan volume 26,1 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 14,8 triliun. Di sisi pasar valas, rupiah menguat terhadap dolar AS yang kini berada di posisi 18.078, mengikuti sentimen kenaikan suku bunga BI.
Penguatan sektor terlihat merata. Sektor energi naik 3,66%, sektor basic materials mendaki 5,04%, dan sektor industri bertambah 4,79%. Sektor consumer nonsiklikal naik 3,69%, sedangkan consumer siklikal bertumbuh 3,32%. Sektor kesehatan dan teknologi masing-masing naik 1,55%, sektor keuangan melonjak 3,52%, properti 2,37%, infrastruktur 3,14%, dan transportasi 2,68%.
Beberapa saham unggulan mencatat kenaikan signifikan. Saham MEDC naik 1,28% ke Rp 1.185 per saham dengan nilai transaksi Rp 40,1 miliar. Saham UNVR meningkat 1,59% menjadi Rp 1.600 per saham, GGRM naik 3,3% ke Rp 14.875, dan AADI melonjak 4,36% menjadi Rp 7.775 per saham. Kenaikan harga saham ini mencerminkan sentimen positif investor terhadap prospek perusahaan meskipun ada tekanan dari kenaikan suku bunga.
Analisis para pengamat menunjukkan bahwa penguatan pasar saham ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Nilai tukar rupiah yang menguat menambah kepercayaan investor, sementara seluruh sektor yang menghijau menandakan likuiditas dan optimisme yang kuat di pasar. Investor kini memantau lebih lanjut dampak kebijakan BI terhadap tren jangka menengah IHSG.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!