IHSG Menguat Diwarnai Optimisme AI dan Dinamika Global
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG membuka perdagangan Senin dengan penguatan di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang menjadi perhatian investor. Kenaikan indeks tidak hanya dipengaruhi optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan atau AI, tetapi juga dipicu meredanya kekhawatiran atas ketegangan geopolitik serta ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 10,36 poin atau 0,17 persen ke level 5.934. Sementara itu, Indeks LQ45 juga bergerak positif dengan kenaikan tipis 0,01 persen ke posisi 589,28.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai peluang penguatan teknikal masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas area 5.900 hingga 5.882. Menurutnya, indeks berpotensi menguji kisaran 5.948 sampai 6.000 dan berlanjut menuju 6.100 hingga 6.220 apabila mampu menembus batas atas channel. Namun, apabila kembali turun di bawah level 5.900, IHSG berisiko menguji area support pada kisaran 5.839 hingga 5.805.
Dari pasar global, perhatian investor kembali tertuju pada prospek industri AI. Optimisme meningkat setelah saham SK Hynix mencatat debut kuat di bursa Nasdaq Amerika Serikat dengan kenaikan 13 persen dibandingkan harga penawaran perdana. Momentum tersebut muncul menjelang musim laporan keuangan kuartal kedua 2026, ketika konsensus pasar memperkirakan laba emiten dalam indeks S&P 500 tumbuh sekitar 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama ditopang sektor teknologi dan AI.
Di sisi lain, faktor geopolitik masih menjadi variabel yang diperhitungkan. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kesiapan melanjutkan pembicaraan dengan Iran setelah berakhirnya gencatan senjata pada Juni 2026 dinilai memberikan harapan terhadap meredanya ketegangan kawasan. Penurunan harga minyak juga membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi global.
Fokus investor berikutnya mengarah pada rilis inflasi Amerika Serikat periode Juni 2026 serta kesaksian Gubernur The Fed Kevin Warsh di hadapan House Committee on Financial Services. Kedua agenda tersebut dipandang akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!