IHSG Menguat Diwarnai Optimisme AI dan Dinamika Global
Ilustrasi./visi.news/ist.
Dari dalam negeri, pasar juga mencermati perkembangan fiskal. Realisasi restitusi pajak pada semester pertama 2026 tercatat Rp171,2 triliun atau turun 31,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perlambatan ini dinilai sejumlah pengamat sebagai indikasi penundaan pencairan restitusi guna menjaga arus kas pemerintah. Meski memberikan ruang likuiditas fiskal dalam jangka pendek, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi likuiditas dunia usaha apabila pencairan terus tertunda.
Sementara itu, pemerintah menaikkan outlook pembiayaan APBN 2026 menjadi Rp734,3 triliun dari target awal Rp689,1 triliun. Hingga semester pertama, realisasinya telah mencapai Rp452 triliun atau sekitar 65,6 persen dari pagu awal sebagai bagian dari strategi pendanaan lebih awal menghadapi ketidakpastian pasar. Dengan kondisi pasar obligasi yang relatif stabil serta masih tersedianya Saldo Anggaran Lebih sekitar Rp255 triliun, pemerintah dinilai memiliki ruang untuk mengurangi intensitas penerbitan utang pada paruh kedua tahun ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!