Ibnu Dwi Cahyo: TikTok Menjadi Salah Satu Faktor Isu Gaza Palestina Sampai ke Masyarakat Global

ED
Senin, 6 November 2023 | 08:35 WIB
Bagikan
Ibnu Dwi Cahyo: TikTok Menjadi Salah Satu Faktor Isu Gaza Palestina Sampai ke Masyarakat Global

VISI.NEWS | BANDUNG - Sebulan sejak krisis Gaza Palestina, kini isu ini menjadi berita paling menarik perhatian di seluruh dunia, bahkan menggeser berita perang Ukraina Rusia. Ini bisa dilihat dari pemberitaan dan juga berbagai konten viral di media sosial, hampir seluruhnya tentang Palestina.

Dalam keterangannya kepada VISI.NEWS, Senin (6/11), pakar media sosial dan PDP (perlindungan data pribadi) Ibnu Dwi Cahyo menjelaskan bahwa keberadaan TikTok menjadi salah satu faktor isu Gaza Palestina ini sampai ke masyarakat dunia dengan sangat massif.

“Terakhir konflik Gaza Palestina terjadi 2017, dimana saat itu TikTok belum sebesar sekarang jangkauannya. Algoritma TikTok membuat sebuah konten dengan cepat viral, bahkan tanpa perlu disokong dengan iklan berbayar. Apalagi TikTok buatan Tiongkok, sehingga bisa dibilang proses banned terhadap konten pro Palestina tidak massif seperti di platform media sosial lain seperti Instagram, facebook dan Youtube,” jelas Executive Director Siber Sehat Indonesia (SSI) ini.

Ditambahkan Ibnu, konten-konten Palestina yang tersebar di Whatsapp Group juga sebagian besar dari TikTok, karena memang sangat mudah mendownload video dari TikTok secara default.

“Kalau kita lihat masyarakat di dunia barat juga sangat massif melakukan penolakan terhadap serangan Israel ke Gaza, pembelaan mereka terhadap Palestina sangat besar. Konsumsi konten mereka lewat TikTok lah yang membuat perbedaan dengan konflik Palestina Isarel sebelumnya, dimana konsumsi konten hanya lewat media sosial Instagram, Facebook, Youtube saja,” terangnya.

“Dari data sepekan terakhir, dengan keyword Gaza dan Palestine, AS, Indonesia, India dan Prancis berada secara berurutan menjadi negara dengan pembicaraan terbesar. Sedangkan dengan keyword Palestina Indonesia di peringkat pertama diikuti oleh negara-negara berbahasa latin seperti Spanyol serta negara di Amerika Selatan. Data diambil dari sebagian platform besar seperti TikTok, X (Twitter), Youtube dan media online maupun blog,” jelas Ibnu.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.