Husnudzon, Sikap Bijak yang Membangun Kehidupan Sosial Harmonis

Desi Rossilawati
Selasa, 17 Juni 2025 | 23:00 WIB
Bagikan
Husnudzon, Sikap Bijak yang Membangun Kehidupan Sosial Harmonis
Arab latin: In aḥsantum aḥsantum li'anfusikum, wa in asa'tum fa lahā, fa iżā jā'a wa'dul-ākhirati liyasū'ū wujūhakum wa liyadkhulal-masjida kamā dakhalūhu awwala marratiw wa liyutabbirū mā 'alau tatbīrā(n). Artinya: Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW juga menekankan agar umat Islam menjauhi prasangka buruk, karena hal tersebut merupakan perkataan paling dusta. Prasangka negatif dapat merusak hubungan sosial dan menimbulkan konflik, meskipun tidak berdasar. Dari segi hukum, berprasangka baik kepada Allah SWT dan Rasul-Nya adalah kewajiban bagi setiap Muslim, karena keyakinan kepada hikmah setiap perintah dan larangan agama merupakan inti dari keimanan. Sedangkan husnudzon kepada sesama manusia bersifat mubah, namun sangat dianjurkan karena dampak positifnya sangat besar. Sebaliknya, su’udzon terhadap sesama dikategorikan sebagai perbuatan haram karena rawan menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Dengan mengedepankan husnudzon, umat Islam diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang saling menghargai, penuh kedamaian, serta terbebas dari prasangka dan konflik yang tidak perlu. @ffr

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.