Husnudzon, Sikap Bijak yang Membangun Kehidupan Sosial Harmonis
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 17 Juni 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Berprasangka baik atau husnudzon merupakan nilai luhur yang sangat ditekankan dalam Islam. Sikap ini tidak hanya mencerminkan akhlak mulia, tetapi juga menjadi benteng bagi umat dari berbagai potensi kerusakan sosial akibat prasangka buruk (su’udzon).
Anjuran untuk menghindari prasangka negatif tercantum secara tegas dalam Surah Al-Hujurat ayat 12.
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Arab latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanujtanibū kaṡīram minaẓ-ẓann(i), inna ba'daẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasū wa lā yagtab ba'ḍukum ba'ḍā(n), ayuḥibbu aḥadukum ay ya'kula laḥma akhīhi maitan fa karihtumūh(u), wattaqullāh(a), innallāha tawwābur raḥīm(un). Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang. Dalam buku 'Jalan Menggapai Ridho Ilahi' terbitan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dijelaskan bahwa kata 'husnudzon' berasal dari bahasa Arab husnu (baik) dan az-zan (prasangka), yang bermakna memandang segala hal secara positif. Sikap ini menggambarkan kepribadian yang tidak mudah menghakimi, bersikap terbuka, dan menyambut setiap keadaan dengan penuh kehangatan. Islam mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya menerapkan husnudzon dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sikap ini juga harus diiringi dengan kehati-hatian, terutama dalam hal-hal yang belum jelas kebenarannya, agar tidak terjebak dalam fitnah. Dari sisi sosial, husnudzon membawa banyak manfaat. Di antaranya adalah mempererat hubungan batin antarsesama, menumbuhkan rasa saling percaya, serta memperkuat tali persaudaraan. Ini sesuai dengan Surah Al-Isra’ ayat 7.اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!