Huawei Dorong Resiliensi Keamanan Siber untuk Indonesia Digital 2045 di National Cybersecurity Connect 2024

ED
Sabtu, 12 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Bagikan
Huawei Dorong Resiliensi Keamanan Siber untuk Indonesia Digital 2045 di National Cybersecurity Connect 2024

Hadir memberi masukan dalam sesi kongres, Hokky Situngkir, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, memberikan apresiasi atas inisiatif baik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan kunci dalam penguatan ekosistem keamanan siber, termasuk BSSN, APTIKNAS, WANTRII, dan Huawei, dalam rangka meningkatkan literasi keamanan siber di Indonesia. "Selain penguatan dari sisi teknis, segenap upaya menggalakkan literasi digital perlukan dilakukan secara masif dan efektif agar kesadaran publik mengenai pentingnya keamanan siber terus dibangun guna memberi fondasi kuat bagi perlindungan data dan informasi pribadi dari segala bentuk ancaman digital."

Di tempat terpisah, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si, menegaskan pentingnya penguatan aspek kapabilitas manusia dalam ekosistem keamanan siber. "Teknologi tidak pernah terpisah dari aspek Talenta atau sumber daya manusianya. Seiring dengan inovasi dan perkembangan teknologi yang eksponensial, kapabilitas sumber daya manusia perlu terus ditingkatkan agar mengurangi ketimpangan dalam kebutuhan para profesional di bidang keamanan siber yang mumpuni. Secara khusus, kami ingin mengapresiasi dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri seperti Huawei yang telah berkontribusi secara konsisten dalam penguatan kapasitas SDM itu dalam mempersiapkan talenta digital dalam ranah keamanan siber."

Mengusung tema "A Journey into Cyber Resilience," NCC 2024 didukung oleh berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, swasta, serta akademisi. Hadir dalam gelaran kongres ini berbagai pejabat tinggi dari instansi pemerintah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta perwakilan dari sektor industri dan akademisi, termasuk dari beberapa negara Asia Tenggara. Melalui diskusi panel, sesi kongres, dan berbagai workshop teknis, para peserta diharapkan dapat berbagi wawasan dan pengalaman terbaik untuk mendorong penerapan Digital TRUST yang lebih kuat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.