Hidup-Mati RS di Gaza: Al-Awda Kembali Beroperasi, Solar Cuma Bertahan Dua Hari
VISI.NEWS | BANDUNG – Rumah Sakit (RS) Al-Awda di Jalur Gaza kembali membuka sebagian layanannya setelah menerima tambahan pasokan solar. Namun, pihak manajemen menegaskan operasional rumah sakit masih berada di ujung tanduk karena bahan bakar yang tersedia hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.
RS Al-Awda yang berlokasi di Distrik Nuseirat, Gaza Tengah, saat ini menangani sekitar 60 pasien rawat inap dan melayani hampir 1.000 warga setiap hari. Sebelumnya, rumah sakit tersebut terpaksa menghentikan sebagian besar layanan akibat krisis bahan bakar yang membuat generator listrik tidak dapat beroperasi optimal.
“Sebagian besar layanan sementara dihentikan karena kekurangan bahan bakar untuk generator,” ujar pejabat pengelola RS Al-Awda, Ahmed Mehanna.
Ia menjelaskan, selama pasokan solar menipis, rumah sakit hanya mampu mempertahankan layanan-layanan vital. “Hanya departemen penting yang tetap beroperasi, yakni unit gawat darurat, ruang bersalin, dan pediatri,” tambahnya.
Dalam kondisi normal, RS Al-Awda membutuhkan sekitar 1.000 hingga 1.200 liter solar per hari untuk menjaga seluruh layanan medis tetap berjalan. Namun, saat ini persediaan yang tersedia hanya sekitar 800 liter, jauh dari kebutuhan ideal.
Pada Jumat malam, rumah sakit tersebut menerima pasokan tambahan sebanyak 2.500 liter solar yang disalurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bantuan itu memungkinkan RS Al-Awda kembali mengaktifkan sebagian operasionalnya.
“Jumlah bahan bakar ini hanya akan bertahan dua setengah hari, tetapi kami dijanjikan pasokan tambahan pada Minggu depan,” kata Mehanna.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RS Al-Awda, Mohammed Salha, menyebut pembatasan pasokan bahan bakar menjadi hambatan utama bagi fasilitas kesehatan lokal di Gaza.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!