Hawana 2022 : Mengenang Jasa Guru, Nelayan, Supir Taksi Yang Memodali Koran Melayu Pertama di Malaysia

ED
Senin, 30 Mei 2022 | 09:26 WIB
Bagikan
Hawana 2022 : Mengenang Jasa Guru, Nelayan, Supir Taksi Yang Memodali Koran Melayu Pertama di Malaysia

Yang menarik dalam sejarah pers Malaysia ialah keterlibatan para petani, nelayan, supir taksi, guru-guru, yang berpatungan memodali penerbitan "Utusan Melayu". Mereka sudah lama mendambakan punya surat kabar milik orang Melayu. Yang ditugasi mencari modal waktu itu wartawan bernama Yusof Ishak. Kelak, Pemred pertama Utusan Melayu tersebut menjadi Presiden Rapublik Singapura yang pertama pada tahun 1963.

"Utusan Malaysia dianggap “suara keramat orang Melayu. Suara asli orang Melayu untuk menentang penjajah Inggris & menuntut kemerdekaan, " kenang Tan Sri Johan Jaaffar saat dihubungi Senin (30/5/2022) pagi.

Bersandar pada literatur, surat kabar pertama (berbahasa Inggris) yang terbit di Malaysia adalah Straits Times, pada 1845 (177 tahun lalu). Adapun koran Melayu pertama adalah "Jawi Peranakan" terbit tahun 1876 (146 tahun lalu). Namun, " Jawi Peranakan" dan surat kabar berbahasa Melayu lainya yang terbit sebelum " Utusan Melayu" dimodali oleh orang Cina, India, dan Arab.

Malam Wartawan Malaysia

Tahun lalu, 30 November 2021, sehari setelah Pemerintah mencabut pembatasan kegiatan masyarakat di Malaysia tekait pandemi Covid19, PM Sri Ismail Sabri menghadiri acara Malam Wartawan Malaysia. Dalam kesempatan itulah ia mengumumkan persetujuannya untuk melanjutkan setiap 29 Mei sebagai momen peringatan Hari Wartawan Nasional (Hawana). Hawana pertama kali diperingati 2018 pada semasa pemerintahan Najib Razak. Terhenti 3 tahun karena alasan pergolakan politik dalam negeri dan pandemi Covid19. " Lawatan saya ke Indonesia baru-baru ini membantu mengeratkan hubungan dengan Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia atau Iswami yang telah terjalin sejak 2007. Saya percaya Iswami dapat memainkan peranan penting sebagai jambatan penghubung sesama wartawan kedua negara," pengakuan Ismail Sabri tahun lalu seperti dikutip berbagai media.

Sambutannya pada peringatan Hawana kemarin, Ismail Sabri mengulang kembali penegasannya tahun lalu itu. Antaranya menjamin kebebasan pers. Untuk mencapai tujuan itu ia pun mengajak seluruh wartawan Malaysia melaksanakan fungsinya secara professional. Wartawan harus bersatu untuk memerangi hoax, berita palsu, sebab itulah musuh pers terutama, musuh seluruh masyarakat. Sebelumnya, ia menerima "Deklarasi Melaka" yang disusun insan pers mengenai kebebasan pers Malaysia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.