Harta Hasil dari Politik Uang, Anak Bisa Sombong dan Sulit Dinasihati
VISI.NEWS | BANDUNG - Pasca pendaftaran calon presiden dan wakil presiden beberapa hari ini, perbincangan politik di berbagai platform media sosial mulai menghangat. Utamanya ekspresi dukung-mendukung calon masing-masing.
Namun masih sedikit sekali yang tertarik atau peduli pada politik dari sisi etika atau moral. Tampaknya perbincangan moral atau etika politik kalah gencar dengan perbincangan politik yang bersifat partisan.
Di antara etika politik yang sangat penting diketengahkan ke ruang publik adalah isu money politic (politik uang), jual beli suara, dan berbagai dampaknya yang hampir dipastikan akan mencoreng kualitas demokrasi yang dijalankan.
Sementara dalam kajian fiqih, politik uang hukumnya haram. Karena tindakan ini termasuk dalam kategori risywah atau suap yang diharamkan.
Dikemas dalam bentuk apapun, dan direkayasa dengan niat apapun, seperti niat sedekah atau semisalnya, politik uang tetap haram hukumnya.
Lalu bagaimana bahaya politik uang ini bila sampai masuk ke perut manusia atau anak-anak kita? Suatu ketika ada orang sowan kepada orang yang sudah masyhur menjadi waliyullah atau kekasih Allah. Namun ia sangat kaget, karena yang keluar dari dalam rumah saat itu adalah pemuda yang sangat angkuh dan sombong.
Disapa dengan ucapan salampun, ia tidak mau menjawabnya. Ia makin heran dibuatnya. Padahal menjawab ucapan salam merupakan kewajiban. Apa iya ini anak wali, atau siapakah gerangan?
Tidak lama kemudian ia mendapatkan informasi bahwa pemuda sombong itu memang anak wali yang hendak disowani.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!