Hari Santri Nasional: Perjuangan dan Prestasi dalam Meraih Masa Depan Cerah

ED
Jumat, 20 Oktober 2023 | 11:33 WIB
Bagikan
Hari Santri Nasional: Perjuangan dan Prestasi dalam Meraih Masa Depan Cerah

VISI.NEWS | JAKARTA - Santri dan ulama mempunyai peran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pesantren turut ambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa. Hari Santri, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, adalah penghormatan terhadap peran mereka dalam mempertahankan kemerdekaan melalui resolusi jihad yang saat itu menjadi memantik semangat perjuangan.

Meskipun terdapat anggapan bahwa pesantren hanya mengajarkan ilmu agama, kenyataannya tidak semua pesantren demikian. Banyak pesantren modern seringkali mengintegrasikan materi pelajaran seperti sekolah umum, dan banyak lulusan pesantren berhasil melanjutkan ke perguruan tinggi melalui berbagai jalur seleksi, termasuk SNBT UTBK dan jalur lainnya.

Dengan disahkannya UU Pesantren pada tahun 2019, kini ada ketentuan resmi mengenai bagaimana suatu lembaga dapat menyebut dirinya sebagai pesantren. Terdapat beberapa unsur yang harus ada dalam lembaga tersebut, yakni Kiai, santri yang tinggal di pesantren, fasilitas seperti pondok atau asrama, masjid atau musala, serta kajian kitab kuning atau dirasah islamiah dengan metode pendidikan muallimin, yaitu pembelajaran struktural dan terorganisasi tentang ilmu agama Islam.

Setiap pesantren memiliki pendekatan pendidikan yang khas dan seringkali berbeda dari kurikulum sekolah umum. UU Pesantren mengakomodasi keragaman ini melalui sistem pendidikan muadalah, yang menggabungkan unsur kurikulum pesantren dan kurikulum pendidikan umum. Durasi pendidikan muadalah berlangsung selama 6 tahun.

Dengan peraturan tersebut, lulusan pesantren akan memiliki pengetahuan lebih luas, tidak hanya terbatas pada ilmu agama. Mereka dapat melanjutkan studi di berbagai universitas untuk mempelajari ilmu seperti teknik, sosial, politik, dan tidak hanya terpaku pada universitas yang fokus pada ilmu agama, termasuk di PTN.

Seperti halnya Siti Zahra Nur As Syifa, santriwati asal MAS Daarul Mughni, Bogor ini lolos SNBT UTBK 2023 di Program Studi Ekonomi Islam di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung. Santriwati yang akrab disapa Ara ini sudah menggunakan Zenius sejak kelas 12, tetapi aturan ketat di pesantren yang melarang penggunaan handphone atau laptop, Ara tidak bisa memaksimalkan penggunaan Zenius di pondok.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.