Harga Anjlok, Bako Garut Kini Dijual Galabagan
VISI.NEWS | GARUT - Era kejayaan produksi tembakau di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, kini tinggal cerita. Petani yang dulu menggantungkan hidup dari daun bako untuk industri rokok, kini harus beradaptasi dengan menjual hasil panennya dalam bentuk galabagan—daun kering tanpa melalui proses pengirisan seperti sebelumnya.
"Kalau dulu daun bako yang dijual juga sangat selektif, sekarang sampahnya saja bisa dijual," ungkap Yanto (42), seorang petani bako asal Leles, Selasa (30/9/2025).
Menurut Yanto, menjual dalam bentuk galabagan lebih praktis karena memangkas tahapan produksi. Jika sebelumnya daun kering harus dipotong atau diiris hingga ukuran kecil, kini daun yang robek atau kualitas rendah pun masih bisa diterima pembeli. "Sekarang sih yang dulu disebut sampahnya daun bako bisa disatukan dan laku dijual," katanya.
Harga jual juga jauh merosot. Yanto mengingat, satu kilogram daun bako yang dulu bisa mencapai Rp12 juta–Rp15 juta, kini hanya dihargai Rp3 juta–Rp4 juta. "Sudah harganya murah, bandar penampungnya juga sudah sangat jarang," keluhnya.
Uniknya, pasar baru justru datang dari industri batik. Yanto menjelaskan, daun bako galabagan saat ini lebih banyak dibeli untuk pewarna alami kain. "Jadi pembelinya bukan lagi bandar rokok, tapi pengusaha batik dari Jawa Tengah dan Yogyakarta," jelasnya.
Para petani pun berupaya bertahan dengan pola baru ini. Meski keuntungan tak sebesar dulu, setidaknya mereka masih bisa memanfaatkan daun yang dulunya terbuang. "Kalau tidak dijual, habis sia-sia. Sekarang walau murah, lumayan buat tambahan biaya hidup," ujar Yanto.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menyampaikan, Garut masih menjadi daerah dengan lahan tanam tembakau terluas di Jawa Barat. “Ini dinyatakan sebagai kabupaten terluas dan terbesar untuk hasil tembakaunya,” katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!