Harga Anjlok, Bako Garut Kini Dijual Galabagan

ED
Selasa, 30 September 2025 | 12:11 WIB
Bagikan
Harga Anjlok, Bako Garut Kini Dijual Galabagan

Ia menambahkan, saat ini terdapat 14 perusahaan dengan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPP BKC), terdiri atas 10 perusahaan tembakau rajangan mole dan 4 perusahaan rokok kretek tangan (SKT) golongan 3.

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan pemerintah daerah tengah menyiapkan pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) sebagai wadah pengusaha lokal. “Keberadaan SIHT diharapkan dapat mendukung pelaku industri kecil dan menengah (IKM), khususnya dalam urusan perizinan cukai dan fasilitasi lainnya,” ujarnya.

 

Lokasi yang diusulkan ada dua, yakni Kecamatan Banyuresmi dan Kecamatan Leles. Meski sebelumnya Leles direncanakan untuk Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), Banyuresmi dinilai lebih potensial karena telah melalui kajian studi kelayakan.

Ridwan menambahkan, Pemkab Garut sudah melakukan pembebasan lahan sejak 2022 dan mengantongi sertifikat tanah. “Sehingga diperlukan penambahan lahan melalui pembelian baru,” katanya. Ia menegaskan, pembangunan SIHT akan diawali dengan gedung dan gudang untuk menampung seluruh pengusaha tembakau lokal sekaligus memastikan produk rokok Garut legal dan tidak masuk kategori ilegal.

Kini, petani Leles mencoba bertahan dengan menjual galabagan ke industri batik yang memanfaatkan daun tembakau sebagai pewarna alami. Transformasi ini menandai akhir sebuah era, sekaligus awal babak baru perjalanan tembakau Garut yang mencari napas di luar industri rokok.

@uli

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.