Jadwal Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027: Indonesia vs Malaysia 31 Aug 2026 Soroti Data Desil, Hoerudin Amin: Beasiswa Jangan Dikategorikan sebagai Bansos 31 Aug 2026 Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Uni Emirat Arab 31 Aug 2026 Polri Mutasi Tiga Kapolres di Wilayah Polda Metro Jaya 31 Aug 2026 Dede Yusuf Dorong Penguatan Peranan Bawaslu hingga Tingkat Desa 31 Aug 2026 Usut Tuntas Kematian Bambang Setyawan, Abdullah: Jangan Sampai Timbul Kesan Negara Lakukan Pembiaran 31 Aug 2026 Gunung Sinabung Erupsi, Status Waspada Level II 31 Aug 2026 Golkar Yakin Gus Kikin Rangkul Semua Kelompok di PBNU 31 Aug 2026 Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan Bupati 31 Aug 2026 Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan 31 Aug 2026 Jadwal Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027: Indonesia vs Malaysia 31 Aug 2026 Soroti Data Desil, Hoerudin Amin: Beasiswa Jangan Dikategorikan sebagai Bansos 31 Aug 2026 Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Uni Emirat Arab 31 Aug 2026 Polri Mutasi Tiga Kapolres di Wilayah Polda Metro Jaya 31 Aug 2026 Dede Yusuf Dorong Penguatan Peranan Bawaslu hingga Tingkat Desa 31 Aug 2026 Usut Tuntas Kematian Bambang Setyawan, Abdullah: Jangan Sampai Timbul Kesan Negara Lakukan Pembiaran 31 Aug 2026 Gunung Sinabung Erupsi, Status Waspada Level II 31 Aug 2026 Golkar Yakin Gus Kikin Rangkul Semua Kelompok di PBNU 31 Aug 2026 Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan Bupati 31 Aug 2026 Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan 31 Aug 2026

Harapkan Aksi Iklim Lebih Cepat dan Konkret, 2 Peneliti Indonesia Duduki Posisi Penting di IPCC

ED
Rabu, 2 Agustus 2023 | 14:12 WIB
Bagikan
Harapkan Aksi Iklim Lebih Cepat dan Konkret, 2 Peneliti Indonesia Duduki Posisi Penting di IPCC

Dalam penugasan ke depan Edvin akan melakukan penelitian untuk assessment report ke-7 yang akan berfokus pada tiga polar di dunia, yakni polar pertama di kutub es, polar kedua di daratan, dan polar ketiga di Himalaya. “Saya menilai bahwa apa yang terjadi di Himalaya adalah penting terkait dengan perubahan iklim. Apa yang terjadi di Himalaya dapat berdampak pada negara-negara di sekitarnya, seperti Pakistan, India, Sri Lanka, Bangladesh, dan sebagian negara di Asia Tenggara,” jelasnya.

Ia juga akan melakukan penelitian di bidang urban climate yang berkaitan dengan polusi udara yang berpengaruh pada kesehatan manusia.

Dirinya berharap kebijakan mitigasi perubahan iklim harus lebih kuat. Ini karena berdasarkan kalkulasi IPCC, secara periodik dari tahun 2018, pencapaian kenaikan suhu 1.5 derajat diperkirakan bisa terjadi tahun 2052. Tetapi ketika dilakukan proyeksi kembali tiga tahun kemudian atau di tahun 2021, perkiraannya semakin memburuk, yakni ditaksir kenaikan suhu 1.5 akan terjadi pada 2042. Bahkan, temuan terakhir pada tahun ini, kenaikan suhu 1.5 derajat justru akan dicapai tahun 2030.

Sepakat dengan Edvin, Dr. Joni Jupesta, ilmuwan, dosen dan peneliti aktif di The United Nations University (UNU) Tokyo, Jepang yang juga terpilih menjadi anggota TFI di IPCC, setuju bahwa bahwa mitigasi perubahan iklim perlu dilakukan lebih agresif lagi. Ke depannya, gugus tugas ini akan melakukan harmonisasi data antarnegara.

“Karena situasi sekarang semakin berat, IPCC nanti akan membuat metodologi yang dapat digunakan negara-negara dalam melakukan perhitungan gas rumah kaca dan melakukan tabulasi statistik serta pengumpulan data. Dengan demikian, akan tercipta harmonisasi data antarnegara berkembang, negara maju, seperti Indonesia, Brazil, Rusia dan China,” jelas Joni.

Terpilihnya ilmuwan Indonesia di IPCC tidak terlepas dari dukungan dari negara-negara Asia Pasifik Barat, yaitu negara-negara small islands, seperti Kepulauan Samoa, Fiji, Tuvalu, Solomon, Tonga. Mereka adalah negara yang sangat rentan terdampak iklim, sehingga kepentingan negara-negara tersebut dalam berbagai komitmen internasional seperti COP perlu diakomodir.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.