Harapan Baru, Sucipto Segera Miliki Rumah Layak Huni
VISI.NEWS – Senyum haru terpancar dari wajah Sucipto, warga Dusun Pondok Lalang, RT 004, RW 008, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah. Bertahun-tahun ia bersama keluarganya tinggal di rumah sederhana yang sebagian besar masih berdinding anyaman bambu. Kini, harapan untuk memiliki rumah yang lebih aman dan layak mulai menjadi kenyataan.
Harapan itu datang ketika Bupati Jember, Gus Fawait, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember mendatangi langsung kediamannya, Senin (13/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang disampaikan melalui layanan Wadul Gus'e, sehingga kondisi rumah Sucipto dapat dilihat secara langsung.
Di hadapan keluarga Sucipto, Gus Fawait memastikan rumah tersebut akan masuk dalam program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Menurutnya, setiap warga berhak memiliki tempat tinggal yang layak sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas hidup.
"Rumah Pak Sucipto akan segera kami perbaiki agar menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarganya," ujar Gus Fawait.
Bagi Sucipto, perhatian pemerintah menjadi penyemangat baru. Selama ini, ia hanya mampu bertahan di rumah sederhana dengan kondisi yang jauh dari kata layak. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya dan tidak pernah kehilangan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Program RTLH yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember bukan sekadar memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menjadi langkah nyata mengangkat harkat dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menargetkan sekitar 1.000 unit rumah tidak layak huni diperbaiki sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan.
Selain bantuan renovasi rumah, keluarga penerima manfaat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 juga akan mendapatkan dukungan melalui berbagai program sosial, termasuk akses pendidikan gratis di Sekolah Rakyat, fasilitas belajar, serta pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus keluarga kurang mampu.
Kisah Sucipto menjadi gambaran bahwa kepedulian masyarakat melalui laporan dan respons cepat pemerintah dapat menghadirkan perubahan nyata. Dari sebuah rumah bambu yang rapuh, kini tumbuh harapan baru akan kehidupan yang lebih layak, sehat, dan penuh optimisme bagi seluruh anggota keluarganya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!