Hakordia 2023, GNPK RI Melakukan Refleksi Akhir Tahun di Cafe & Resto Imah Poetih

ED
Sabtu, 23 Desember 2023 | 23:18 WIB
Bagikan
Hakordia 2023, GNPK RI Melakukan Refleksi Akhir Tahun di Cafe & Resto Imah Poetih

VISI.NEWS | BALEENDAH - Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi se-Dunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember 2023, Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) menggelar acara refleksi akhir tahun di Cafe & Resto Imah Poetih, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/12/2023) malam.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 30 pegiat antikorupsi, termasuk Ketua GNPK RI Jawa Barat Nana S Hadiwinata, Ketua GNPK RI Kabupaten Bandung Imam Supardi, dan mantan penyidik di Ditreskrimsus Polda Jabar AKP (Purn) Agus Suherman. Mereka menyampaikan keprihatinan mereka terhadap kondisi penanganan korupsi di Indonesia, khususnya setelah Ketua KPK ditangkap.

"Kita prihatin kondisi penanganan korupsi di Indonesia akhir-akhir ini, apalagi dengan ditersangkakannya Ketua KPK, menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemberantas korupsi semakin memudar," kata Nana, yang akrab disapa Abah Nana, dalam acara yang dipandu Pj. Pemimpin Redaksi (Pemred) VISI.NEWS, Aep S. Abdullah.

Abah Nana menekankan pentingnya pengawasan masyarakat terhadap perilaku koruptif, dan mengajak semua elemen untuk bersinergi dan berjuang bersama melawan korupsi. "Maka, Hakordia ini harus menjadi penyemangat kita semua untuk terus berupaya melakukan pengawasan terhadap tindak pidana korupsi," ujarnya.

Menurut Abah Nana, korupsi yang paling marak terjadi adalah dalam pengadaan barang dan jasa (barjas) dan gratifikasi. Ia mengatakan bahwa korupsi jenis ini hampir merata di seluruh daerah, dari pusat hingga pelosok. "Dan yang sangat memprihatinkan korupsi dalam pengadaan ini nyaris merata di setiap daerah dan dari pusat sampai pelosok," ungkapnya.

Selain itu, Abah Nana juga menyampaikan rencana GNPK RI untuk melakukan pengawasan lebih intensif terhadap pelaksanaan pemilu tahun 2024, khususnya dalam hal distribusi dana kepada petugas di TPS-TPS. Ia mengatakan bahwa anggaran untuk pemilu cukup besar, sehingga perlu diawasi agar tidak disalahgunakan.

"Anggaran itu cukup besar sehingga distribusinya perlu kita awasi bersama, agar pelaksanaan pemilu pada tahun 2024 lebih berkualitas," tuturnya.

Acara refleksi akhir tahun ini ditutup dengan hiburan dan foto bersama para pegiat antikorupsi. Mereka berharap agar korupsi bisa diberantas dan Indonesia bisa menjadi negara yang bersih dan sejahtera.

@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.